MAKALAH
AUDIT ANALISIS JABATAN PADA
BAGIAN PERSONALIA
DI AMARIS HOTEL CABANG
CIREBON
Diajukan untuk memenuhi
tugas mata kuliah Audit Sumber Daya Manusia
Dosen : Agi Syarif
Hidayat, SE.,MM.
Disusun
oleh:
Aep Ahmad,S 113020058
Heris suprianto 113020081
Kusni mufarokah 113020050
Mayasari 113020059
Moh.Chaeris,AR 113020073
Sofa Fadarus 113020051
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SWADAYA
GUNUNG JATI
2016
KATA PENGANTAR
Dengan berkat rahmat
Tuhan yang Maha Kuasa, penyusunan makalah yang bertema “Audit Analisis Jabatan Pada Bagian Personalia di Amaris Hotel Cabang
Cirebon” dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Namun kami juga
menyadari kelancaran makalah ini berkat bantuan, dorongan dan bimbingan
orangtua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi. Maka
dari itu kami sebagai penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak
Agi Syarif Hidayat, SE.,MM selaku Dosen mata kuliah Audit Sumber Daya Manusia
yang sudah memberi tugas serta petunjuk kepada kami, sehingga kami termotivasi
untuk menyelesaikan tugas ini.
2. Ibu
Dewi Hantika, selaku Personalia di Amaris Hotel yang senantiasa meluangkan
waktu untuk kami serta memberi informasi guna terselesainya makalah ini.
3. Orangtua
kami yang sudah memberi izin dan doa, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik
4. Pihak-pihak
lain yang terlibat dalam proses pembuatan makalah, yang menunjang dalam
kelancaran observasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca serta apa yang menjadi tujuan kami dapat
tersampaikan dengan baik.
Cirebon, Mei 2016
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Setiap perusahaan
(organisasi) tentunya mempunyai berbagai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan
tersebut diraih dengan mendayagunakan sumber-sumber daya yang ada. Kendati
berbagai sumber daya yang ada penting bagi organisasi, satu-satunya faktor yang
menunjukkan keunggulan kompetitif potensional adalah sumber daya manusia dan
bagaimana sumber daya itu dikelola.
Salah satu tugas
manajemen adalah untuk mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki secara
optimal. Pendayagunaan ini sering berarti mengupayakan agar sumber daya manusia
itu mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi.
Manusia akan mau dan mampu bekerja dengan baik bilamana ia ditempatkan pada
posisi dengan jabatan dan sesuai menurut minat dan kemampuannya serta bilamana
ia bisa memenuhi kebutuhannya dengan malakukan pekerjaan itu.
Tanpa pengetahuan yang
memadai tentang apa yang dilakukan oleh para karyawan atas pekerjaannya,
organisasi tidak akan membentuk prosedur sumber daya manusia yang efektif untuk
memilih, mempromosikan, melatih, menilai, dan memberikan kompensasi kepada
karyawan (Henry Simamora, 2006;77). Hal ini mengakibatkan pengkajian dan
pemahaman pekerjaan melalui proses yang disebut analisis pekerjaan merupakan
bagian vital dari setiap program manajemen sumber daya manusia.
Analisis jabatan memang
sangat penting dalam organisasi untuk mendapatkan orang pada suatu
jabatan/pekerjaan tertentu. Namun kenyataannya ada organisasi tidak merasa
perlu untuk membuat uraian jabatan dan spesifikasi jabatan karena beranggapan
bahwa semua karyawan pasti tahu apa yang akan di kerjakan. Hal ini membuat
kegundahan yang sangat mendalam pada karyawan karena merasa pekerjaan yang
dijalaninya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, selain itu karyawan
terkadang merasa tidak menemukan kecocokan antara pekerjaan dengan
kepribadiannya sehingga evaluasi karirnya juga menunjukkan hasil yang tidak
maksimal. Kenyataan tersebut mungkin tidak asing karena hal ini dianggap wajar
mengingat bahwa dimasa krisis seperti sekarang ini banyak perusahaan yang
melakukan efisiensi dengan mempekerjakan satu orang untuk beberapa bidang
pekerjaan sekaligus. Sehingga sulit membuat uraian jabatan karena nama jabatan
sering tidak nyambung dengan pekerjaan sehari-hari. Apalagi perusahaan masih
tetap survive meskipun tanpa uraian
jabatan secara tertulis.
1.2. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar
belakang masalah diatas maka kami merumuskan masalah dalam beberapa pertanyaan
sebagai berikut :
1.
Apakah audit analisis
jabatan perlu dilakukan didalam perusahaan ?
2.
Apakah audit analisis
jabatan dapat mempengaruhi peningkatan efisiensi dan efektifitas kinerja
pegawai ?
3.
Bagaimana gambaran
analisis jabatan personalia di Amaris Hotel ?
4.
Bagaimana gambaran
perusahaan Amaris Hotel cabang cirebon ?
1.3. Tujuan Penelitian
Makalah ini bertujuan
agar pembaca dapat menambah wawasan dan memahami persoalan tentang “Audit
Analisis Jabatan” yang berdasarkan rumusan masalah. Adapun tujuan tersebut
adalah :
1. Dapat
memahami pengertian dan pentingnya audit analisis jabatan di dalam perusahaan.
2. Dapat
memahami adanya pengaruh audit analisis jabatan terhadap peningkatan efisiensi
dan efektifitas kinerja pegawai.
3. Dapat
mengetahui gambaran/contoh audit analisis jabatan Amaris Hotel cabang Cirebon.
4. Dapat
mengetahui dan memahami audit lanjutan pada Amaris Hotel cabang Cirebon.
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian yang
dilakukan diharapkan berguna bagi pihak-pihak yang terkait baik secara teoritis
maupun secara praktis.
1. Secara
teoritis
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi tambahan dan bahan
perbandingan tentang penerapan teori yang ada pada praktek yang sesungguhnya.
Penelitian ini memperdalam wawasan penulis mengenai objek yang diteliti yaitu
audit analisis jabatan yang dilakukan di Amaris Hotel Cirebon.
2. Secara
Praktis
a. Bagi
perusahaan
Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan informasi atau masukan yang bermanfaat bagi
perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai/karyawan sehingga dapat
memperbaiki kekurangannya serta meningkatkan profit perusahaan.
b. Bagi
masyarakat
Informasi dari hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat
terkait analisis jabatan terhadap Amaris Hotel Cirebon yang semuanya dilakukan
dengan profesional dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan bagi setiap tamu
yang berkunjung/akan menginap.
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1. Audit Analisis Jabatan
2.1.1. Pengertian Audit
Audit adalah
pengujian yang independen, objektif dan mahir atas seperangkat laporan keuangan
dari suatu perusahaan beserta dengan bukti penting yang mendukung. Hal ini
diarahkan dengan maksud untuk menyatakan pendapat yang berguna dan dapat
dipercaya dalam bentuk laporan tertulis, seperti apakah laporan keuangan
menggambarkan posisi keuangan kemajuan dari suatu perusahaan secara wajar dan
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (Stamp dan Moonitz dalam
Suharli, 2000:1.4).
Audit adal ah akumulasi dan evaluasi bukti mengenai
informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi
dengan kriteria yang telah ditentukan. Audit seharusnya dilakukan oleh orang
yang kompeten dan independen (Arens dkk, 2008:1.4).
Audit adalah
kegiatan mengumpulkan informasi faktual dan signifikan melalui interaksi
(pemeriksaan, pengukuran, dan penilaian serta penarikan kesimpulan) secara
sistematis, objektif, dan terdokumentasi yang berorientasi pada asas nilai
manfaat (Susilo, 2002:1.4).
2.1.2. Pengertian Analisis Jabatan
Analisis jabatan
terdiri dari dua kata, analisis dan jabatan. Analisis merupakan aktivitas
berfikir untuk menjabarkan pokok persoalan menjadi bagian, komponen atau unsur
serta kemungkinan keterkaitan fungsinya. Sedangkan jabatan adalah
sekumpulan/sekelompok tugas dan tanggung jawab yang akan, sedang dan telah
dikerjakan oleh tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian
analisis jabatan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji,
mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu
pekerjaan secara sistematis dan sistemik (Sanstrohadiwirjo, 2002:127).
Dalam analisis jabatan terdapat 2 (dua)
elemen yaitu :
1. Deskripsi
Pekerjaan (Job Description)
Merupakan suatu catatan yang
sistematis mengenai tugas maupun tanggung jawab pada jabatan tertentu. Ditulis
berdasarkan fakta yang telah ada dan penting sekali untuk dibuat yang nantinya
akan berguna untuk :
a. Untuk
menghindari terjadinya perbedaan pemahaman.
b. Untuk
menghindari terjadinya pekerjaan yang rangkap.
c. Dan
untuk mengetahui batas-batas tanggung jawab maupun batas wewenang pada setiap
jabatan yang diduduki oleh pekerja
Adapun beberapa hal yag harus
dicantumkan didalam job description :
Menidentifikasi jabatan, misalnya
seperi : nama dari jabatan, bagian jabatan dan kode jabatan yang ada didalam
perusahaan tempat bekerja.
a. Penjelasan
mengenai jabatan yang diduduki.
b. Mengenai
tugas yang dikerjakan pada jabatan tersebut.
c. Mengenai
hubungan dengan jabatan lain
d. Pengawasan
yang perlu dilakukan.
e. Peralatan
yang digunakan atau diperlukan pada jabatan tersebut.
f. Keadaan
lingkungan pada tempat bekerja.
2. Spesifikasi
Pekerjaan (Job specification)
Merupakan persyaratan
yang harus dipenuhi oleh pekerja yang akan menduduki suatu jabatan, supaya dia
dapat melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal. Adapun beberapa hal yang harus
dimasukan kedalam job specification, diantaranya :
a. Persyaratan
mengenai minimal pendidikan, pelatihan
dan pengalaman kerja yang dimiliki.
b. Persyaratan
mengenai wawasan dan kemampuan apa saja yang dimiliki.
c. Persyaratan
mengenai jenis kelamin dan umur.
d. Persyaratan
mengenai kesehatan seperti keadaan fisik dan mental.
2.1.3. Tujuan dari analisi jabatan
Adapun beberapa
tujuan analisis jabatan yaitu untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM)
berkualitas dalam menghadap perkembangan ekonomi, untuk menciptakan kenyamanaan
saat bekerja dan supaya tekendali dalam pekerjaan pada suatu purasahaan atau
organisasi, yang didalamnya termasuk untuk menentukan :
1. Apa
saja yang dilakukan oleh pekerja pada jabatan yang didudukinya.
2. Apa
saja wewenang dan tanggung jawab pekerja pada jabatan yang didudukinya.
3. Mengapa
pekerjaan tersebut perlu dilakukan dan bagaimana cara melakukan pekerjaan
tersebut.
4. Peralatan
apa saja yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
5.
Berapa besar gaji dan
seberapa lama jam kerjanya.
6. Pendidikan,
pelatihan dan pengalaman apa saja yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan tersebut
.
7. Kemampuan,
sikap apa saja yang diperlukan dalam
menjalankan pekerjaan tersebut.
2.1.4. Manfaat dan fungsi analisis jabatan
Beberapa kegiatan organisasi akan
berjalan lebih baik hasilnya bila berlandaskan atau berpedoman pada analisis
jabatan analisis jabatan bermanfaat
sebagai :
1.
Landasan
untuk melaksanakan mutasi
2.
Landasan untuk melaksanakan promosi
3.
Landasan untuk melaksanakan training/
pelatihan
4.
Landasan untuk melaksanakan
kompensasi
5.
Landasan untuk melaksanakan syarat lingkungan
kerja
6.
Landasan untuk pemenuhan kebutuhan
peralatan.
Sedangkan fungsi
dari analisis jabatan adalah untuk :
1.
Menentukan basis regional bagi
struktur kompensasi
2.
Mengevaluasi tantangan lingkungan
yang mempengaruhi pekerjaan individu
3.
Menghapuskan persyaratan kerja yang
dapat menyebabkan adanya deskriminasi dalam pengadaan SDM
4.
Merencanakan kebutuhan SDM di waktu
yang akan datang
5.
Memadukan lamaran dan lowongan kerja
yang ada
6.
Memforkas dan menentukan
kebutuhan-kebutuhan latihan bagi para karyawan
7. Mengembangkan
rencana-rencana pengembangan pegawai yang potensial
8. Menetapkan
standar prestasi kerja yang realistik
9.
Menempatkan karyawan sesuai dengan
ketrampilannya
10. Membantu
revisi struktur organisasi
11. Memperkenalkan
karyawan baru dengan pekerjaan mereka
12. Memperbaiki
alur kerja
13. Memberikan
data sebagai fungsi saluran komunikasi
14. Menetapkan
garis promosi dalam semua departemen dan organisasi.
2.2. Analisis Jabatan Personalia Amaris Hotel
2.2.1. Deskripsi Pekerjaan
A. Identitas
perusahaan
a. Nama
Perusahaan : Amaris Hotel Cirebon
b. Alamat
perusahaan : Jl.Siliwangi No.70
Cirebon
c. No.
Telepon : (0231) 8290066
B. Identitas
Karyawan
a.
Nama Personal : Dewi Hantika
b.
Tempat.Tgl.Lahir : Brebes, 1 januari 1991
c.
Alamat Domisili : Jl.Siliwangi No.78 Cirebon
d.
Nama Jabatan : Manajer Personalia
e.
Kode Jabatan : -
f.
Tingkat Organisasi : Manajer Lini
C. Ikhtisar
Pekerjaan
Melakukan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan
tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan
hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan,
organisasi dan masyarakat.
D. Garis
Pelaporan
Personalia
membuat laporan pertanggung jawaban atas pekerjaanya dan menyerahkan laporan
tersebut kepada Direktur pusat. Karena, Direktur pusat merupakan garis pelaporan
untuk personalia sebagai bukti nyata tentang pekerjaan yang telah dilakukan
untuk selanjutnya diserahkan kepada bagian garis pelaporan yang lebih tinggi
E. Tanggung
jawab supervisi
Mementoring
Suatu jalannya pekerjaan agar berjalan
lancar dan terkendali, melakukan instruksi kerja, dan mampu menjalin kerjasama
dengan atasan ataupun bawahan.
F. Kegiatan
Utama
Mengadakan
rekruitmen pekerja, menyeleksi calon pekerja/karyawan, melakukan pelatihan dan
pengembangan menetapkan dan menerapkan kebijakan-kebijakan bagi pekerja melalui
Perencanaan, pengembangan, pembagian konpensasi, penginterpresentasian dan pemeliharaan tenaga
kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, individu, dan guest.
G. Hubungan
Kerja Pokok
Dalam
Jabatan personalia akan berhubungan kerja secara langsung dengan SDM baik
secara eksternal maupun internal, selain itu manajer personalia juga
berhubungan kerja dengan direktur dan karyawan/pekerja.
H. Tujuan
Umum Jabatan
Tujuan
jabatan ini yaitu membantu perusahaan dalam melakukan Perencanaan sumber daya
manusia, rekruitmen calon karyawan, seleksi dan penempatan kerja karyawan,
melakukan pelatihan dan pengembangan untuk para karyawan baik yang akan
bekerja, maupun telah bekerja, hingga penginterpresentasian dan pemeliharaan
tenaga kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, individu,
dan masyarakat.
I. Tugas-tugas/Kewajiban
1.
Merencanakan perekrutan
karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-
masing departemen dalam waktu yang
ditentukan.
2.
Mengatur kegiatan yang
berhubungan dengan karyawan dan
menciptakan suasana kerja yang nyaman dan
disiplin.
3.
Menampung dan mencari
keluh karyawan dan mencari solusinya.
4.
Mengatur dan
merencanakan training untuk
peningkatan ketrampilan
karyawan.
5.
Bertanggung jawab
terhadap disiplin kerja karyawan.
J.
Wewenang dan Tanggung
jawab
Personalia memiliki
wewenang untuk mengukur kinerja karyawan, memberikan sanksi kepada karyawan
yang melanggar aturan perusahaan, memberikan saran-saran dan pertimbangan
kepada direktur.
K. Hubungan
Kerja
1.
Atasan Langsung : Direksi Pusat
2.
Bawahan Langsung : Divisi umum, Pegawai, dan Humas
3.
Pengawasan dari : Direktur dan Direksi pusat
4.
Jabatan lain yang
relevan : Direktur Umum
L. Alat
yang digunakan
Komputer, Printer,
silabus, formulir-formulir, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan ketenagakerjaan
dan Alat tulis kantor beserta mesin fotocopy dan Scannernya.
M. Kondisi
Lingkungan Kerja
Ruang full AC, Bersih,
dan nyaman untuk bekerja.
N. Hasil
akhir
Berupa Jasa, yaitu
Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, memotivasi karyawan sehingga
dapat bekerja sesuai harapan perusahaan.
2.2.2. Spesifikasi Pekerjaan
A. Persyaratan
Pekerjaan
1. Pendidikan
Minimum : SMA/SMK/MA sederajat
2. Persyaratan
fisik
Tinggi
Badan Minimal :
Perempuan : 155cm
Laki-laki :
160cm
Penglihatan/pendengaran normal,
tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya (Aids, Narkoba).
3.
Persyaratan Umum
Jenis
Kelamin :
Perempuan/Laki-laki
Status : Menikah/Belum
menikah
Usia
Minimum : 18 Tahun
Usia Maksimum : 30 Tahun
4.
Persyaratan kepribadian
a.
Dapat berkomunikasi
dengan baik
b. Berpenampilan
menarik
c. Memiliki
semangat bekerja yang tinggi
d. Mampu
bekerja dalam tim dan tekanan
5. Persyaratan
Khusus
a.
Dapat mengoperasikan
komputer minimal microsoft Excel dan
microsoft word beserta aplikasi internet.
b.
Menguasai Bahasa
Inggris
c.
Menguasai
ketenagakerjaan, rekruitmen, training dalam Perhotelan
d.
Memiliki sertifikat
seminar/pelatiahn perhotelan
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Gambaran umum Perusahaan
3.2. Sejarah Perusahaan
Sumber
: google images
Amaris hotel didirikan
pada 27 september 2007 disertai dengan izin tetap usaha pariwisata bidang
akomodasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta (No.
Surat izin : 3807/-1.858.21). Amaris Hotel merupakan anak perusahaan dari
PT.Grahawita Santika, yang tidak lain adalah pemilik dari Santika Group. Amaris
Hotel merupakan salah satu badan usaha yang bergerak didalam bidang pariwisata
dan perhotelan yang mengemban konsep “a
smart hotel” tidak lain karena mereka menonjolkan profesionalitas, branded
dan bersih. terletak dilokasi yang strategis kekhasan itu
yang menjadi strategi utama dalam menghadapi kompetisi yang ketat. Keunikan
dari Amaris bisa dilihat dari warna hotelnya yang terdiri dari warna hijau,
merah, biru, dan kuning di semua cabang. Selain itu Amaris Hotel mempunyai
konsep modern minimalis, dirancang untuk para traveler (profesional muda) atau
pengunjung yang transit di suatu daerah ditambah kenyamanan dan fasilitas yang
lengkap dan mampu mendukung kegiatan bisnis. Amaris Hotel hadir dengan tarif
terjangkau tanpa melupakan kenyamanan tamu. Smart hotel ini memiliki lokasi
yang strategis, pelayanan cerdas dan karyawan pintar yang mampu melayani tamu
dengan baik.
3.3. Visi dan Misi Perusahaan
3.3.1. Visi Perusahaan
Menjadi jaringan hotel pilihan
utama yang terbesar di Indonesia, dengan cara membangun dan mengelola hotel
milik sendiri, mengelola hotel milik pihak lain den mengembangkan jaringan franchise.
3.3.2. Misi Perusahaan
Menciptakan nilai lebih
bagi para stakeholder dengan cara
menyajikan produk bermutu, disertai dengan pelayanan profesional, yang ramah
dalam mewujudkan “sentuhan Indonesia” sebagai citra santika.
3.4. Struktur Organisasi
HOTEL
MANAGER
|
PERSONEL
& ADM SPV
|
ACCOUNTING STAFF
|
SALES
STAFF
|
SECURITY
STAFF
|
OPERATION STAFF
|
KITCHEN
|
HOUSE KEEPING
|
FRONT DESK
|
Sumber
: Hasil Observasi kelompok 1 di Amaris Hotel Cirebon
3.5. Deskripsi Pekerjaan
1.
Hotel Manager
Bertindak
sebagai pimpinan perusahaan, untuk mengkoordinasikan dan membina pelaksanaan
tugas-tugas didalam perusahaan, serta seluruh kegiatan perusahaan agar dapat
mencapai visi dan misi perusahaan, secara efektif dan efisien.
2.
Personel &
Administration supervisor
Membantu
Hotel manager dalam mengelola sumber
daya manusia dan memastikan pelaksanaan semua ketentuan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
3.
Accounting Staff
Melakukan
administrasi keuangan perusahaan untuk menjamin kelancaran, keakuratan dan
ketertiban administrasi keuangan perusahaan.
4.
Enggineering Staff
Membantu
Hotel manager dalam bidang tugas Mechanical & Electrical dan civil Hotel.serta
memastikan semua fasilitas diarea gedung (Hotel) berfungsi sesuai dengan
kemampuan dan nilai estetikanya dan bertanggung jawab atas pengelolaan sistem Mechanical & Electrical dan civil juga Carpenting
secara efektif.
5.
Sales staff
Membantu
Hotel Manager dalam melakukan
pemasaran penjualan produk hotel.
6.
Security Staff
Bertanggung
jawab dalam mengontrol semua aktivitas untuk menjaga keamanan hotel.
7.
Operation Staff
Bertanggung
jawab dalam merencanakan, mengelola, mengarahkan serta mengontrol kegiatan
operasional Front Office, Housekeepin,
dan Food & Beverage serta
memastikan semua kebutuhan tamu dapat terpenuhi dengan baik.
8.
Front Desk
Bertanggung
jawab atas pelayanan, dalam hal penerimaan tamu (chek- in/check-out), pengaturan penempatan kamar dan menerima
pembayaran baik secara tunai maupun dengan credit
card sesuai dengan jumlah tagihan dengan benar.
9.
Housekeeping
Bertanggung
jawab untuk membersihkan guest room,
untuk memberikan kenyamanan kepada tamu dan merespon permintaan khusus tamu.
10.
Kitchen
Bertanggung
jawab untuk memberikan pelayanan di kafe pada saat Breakfast menyediakan (memasak) makanan atas pesanan tamu dengan
mengikuti standar prosedur yang diterapkan.
3.6. Audit Pendahuluan
Pada audit pendahuluan,
kami (auditor) melakukan survey tahap awal ke Amaris Hotel untuk mengetahui
informasi mengenai latar belakang perusahaan serta mengidentifikasi masalah
yang ada. Kami melakukan observasi di perusahaan tersebut, serta melakukan
wawancara terhadap manajer fungsi sumber
daya manusia. Selanjutnya auditor menetapkan tujuan audit sementara, yakni untuk
mengidentifikasi masalah yang ada dan menilai efektivitas atas pengelolaan
fungsi sumber daya manusia. Terdapat 4 elemen pokok dalam unsur temuan audit,
antara lain :
1. Kondisi
(Condition) adalah tindakan atau
kejadian yang sebenarnya terjadi dalam perusahaan. Dalam hal ini auditor
melakukan pengamatan secara langsung untuk melihat tindakan kejadian yang
sebenarnya terjadi di dalam perusahaan, serta mengumpulkan bukti yang relevan,
kompeten, cukup dan material.
2. Kriteria
(Creteria) yang digunakan dalam
proses audit adalah dokumen-dokumen yang mencakup aktivitas-aktivitas sumber
daya manusia di Amaris Hotel Cirebon. Dalam hal ini auditor memperoleh struktur
organisasi, deskripsi kerja karyawan diperusahaan. Serta peraturan-peraturan
yang terkait dengan fungsi sumber daya manusia.
3. Penyebab
(Cause) merupakan tindakan yang
dilakukan oleh pimpinan ataupun karyawan Amaris Hotel Cirebon yang menangani
sumber daya manusia. Dalam hal ini auditor melakukan wawancara dengan manajer
sumber daya manusia untuk mengetahui aktivitas-aktivitas sumber daya manusia
yang ada di Amaris Hotel Cirebon.
4. Akibat
(Effect) merupakan dampak yang timbul
akibat dilaksanakannya penyebab yang juga hasil perbandingan antara kriteria
dan penyebab. Dalam hal ini auditor membandingkan antara
kriteri/standar/peraturan yang digunakan perusahaan dengan tindakan rill yang
dilakukan berkaitan dengan aktivitas pada fungsi sumber daya manusia.
Pada
proses audit pendahuluan dapat diketahui bahwa masih ada aktivitas fungsi
sumber daya manusia yang belum efektif dan masih memerlukan perbaikan.
Aktivitas yang belum efektif dan masih memerlukan perbaikan diantaranya adalah
komunikasi fungsi sumber daya manusia dengan karyawan yang tidak sesuai dengan keahlian serta kemampuan,
belum diadakan penilaian kepuasan kerja karyawan, serta belum pernah
dilaksanakan audit manajemen pada fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel
Cirebon.
3.7. Review dan Pengujian Pengendalian
Pada review dan
pengujian pengendalian ini auditor menelaah kembali bukti-bukti yang diperoleh
untuk menjadi satu temuan audit dan tujuan audit. Selan itu auditor juga
melakukan pengujian pengendalian untuk mengetahui bagaimana pengendalian
internal atas setiap aktivitas yang ada. Pengujian dilakukan dengan mengajukan
pertanyaan kepada manajer sumber daya manusia dan beberapa karyawan berkaitan
dengan pengujian pengendalian atas fungsi sumber daya manusia dengan
mensosialisasi tujuan dan visi misi perusahaan, sehingga karyawan dapat
memahami dan berusaha untuk mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan juga
memperhatikan kualitas dan kualitas sumber daya manusia yang ada, meskipun
dalam hal kuantitas masih terdapat kelemahan yakni adanya devisi yang
membutuhkan tambahan karyawan dari standar yang telah ditetapkan perusahaan.
Sejauh ini perusahaan juga telah menjalankan praktik yang sehat yakni
melaksanakan aktivitas-aktivitas operasional perusahaan sesuai prosedur yang
telah ditetapkan.
3.8. Audit Lanjutan
Audit
lanjutan merupakan tahap selanjutnya dari proses audit. Pada tahap ini, auditor
mengumpulkan bukti-bukti yang diperoleh selama melakukan audit. Data-data yang
diperoleh kemudian digolongkan ke dalam unsur temuan audit kondisi, kriteria,
penyebab dan akibat. Informasi yang diperoleh dari data-data tersebut
selanjutnya dianalisis untuk memahami permasalahan yang terjadi. Hingga
akhirnya diperoleh suatu kesimpulan audit, dan kemudian auditor menyusun suatu
rekomendasi atas kelemahan-kelemahan yang ditemukan. Berikut ini hasil audit
lanjutan atas aktivitas-aktivitas pada fungsi sumber daya manusia di Amaris
Hotel Cirebon.
3.8.1. Perencanaan sumber daya manusia
Perencanaan sumber daya
manusia merupakan proses analisis dan identifikasi kebutuhan sumber daya
manusia pada perusahaan/organisasi secara tepat untuk mencapai tujuan atau
sasaran yang telah ditetapkan. Dengan perencanaan yang baik maka perusahaan
dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia secara kualitas maupun
kuantitasnya untuk menyelesaikan berbagai tugas di dalam aktivitas perusahaan.
Perencanaan sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan
efektif. Adanya standar/peraturan/prosedur/kriteria yang mengatur tentang
perencanaan sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon. Perencanaan sumber
daya manusia cenderung bersifat proaktif terhadap kebutuhan sumber daya
manusia. Berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, perusahaan memiliki
kualifikasi untuk menilai calon tenaga kerja yang hendak bekerja di Amaris
Hotel Cirebon. Secara kuantitas, perencanaan atas kebutuhan sumber daya manusia
sudah terpenuhi secara tepat. Perusahaan telah menetapkan proporsi jumlah
karyawan untuk tiap devisi. Dalam hal ini perusahaan dapat merencanakan dengan
baik usaha untuk kebutuhan sumber daya manusia secar tepat, baik dalam hal
waktu, jumlah maupun kualitas sumber daya manusia tersebut.
1. Kondisi
Proses perencanaan
sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon telah sesuai dengan prosedur dan
kualifikasi yang telah ditetapkan. Perencanaan sumber daya manusia dilakukan
oleh manajer sumber daya manusia dan bekerja sama dengan manajer devisi
terkait. Analisis kebutuhan sumber daya manusia tidak sebatas kebutuhan saat
ini atau kebutuhan jangka pendek.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab IV pasal 7-8
3. Penyebab
Perusahaan telah
menjalankan proses perencanaan sumber daya manusia sesuai dengan prosedur atau
kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Perusahaan memiliki standar/kriteria
internal khusus yang mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia.
Perencanaan sumber daya manusia bersifat proaktif terhadap kebutuhan sumber
daya manusia diperusahaan. Perusahaan melakukan rekruitmen sat adanya karyawan
yang mengundurkan diri, atau habis kontrak (sekitar 6 bulan sekali).
4. Akibat
Karena adanya kriteria
khusus yang mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia dapat berpengaruh
positif terhadap perusahaan yaitu secara kuantitas maupun kualitas dapat
terpenuhi secara tepat dan pada saat yang diperlukan.
3.8.2. Rekruitmen sumber daya manusia
Rekruitmen merupakan
serangkaian aktivitas untuk mencari calon tenaga kerja yang diperlukan guan
memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang diidentifikasi dalam perencanaan
sumber daya manusia. Rekruitmen yang efektif memerlukan tersedianya informasi
yang akurat dan berkesinambungan mengenai jumlah dan kualifikasi individu yang
diperlukan untuk melaksanakan berbagai pekerjaan dalam organisasi. Proses
rekruitmen yang ada di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Perusahaan
telah melakukan proses rekruitmen sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh
perusahaan. Amaris Hotel Cirebon membuka lowongan dan diumumkan melalui
website, papan pengumuman yang ada diperusahaan, maupun menerima penitipan
lamaran kerja melelui Front Desk disetiap
harinya. Calon tenaga kerja akan mengirimkan lamaran pekerjaan dengan
kualifikasi sesuai syarat yang diberikan oleh perusahaan. Calon tenaga kerja
tersebut akan dinilai secara administratif, dan apabila lolos syarat
administratif tersebut maka lanjut ke tahap seleksi. Rekomendasi juga masih
terjadi pada proses rekruitmen di Amaris Hotel Cirebon. Sejauh ini, rekomendasi
yang diterima oleh fungsi sumber daya manusia hanya bahan pertimbangan tambahan
untuk mempermudah proses rekruitmen. Pada proses rekruitmen perusahaan tetap
mengutamakan kemampuan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja. Rekomendasi seperti
ini merupakan hal yang wajar terjadi pada proses rekruitmen apabila rekomendasi
hanya sebagai bahan pertimbangan tambahan dan perusahaan tetap mengutamakn
kemampuan yang dimiliki calon tenaga kerja.
1. Kondisi
Proses rekruitmen yang
dilakukan oleh fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon telah sesuai
dengan prosedur dan kualifikasi yang telah ditetapkan. Rekruitmen dilakukan
oleh manajer sumber daya manusia bekerja sama dengan manajer devisi yang
terkait.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab III pasal 5-6
3. Penyebab
Perusahaan telah
menjalankan proses rekruitmen sesuai dengan prosedur atau kriteria yang
ditetapkan oleh perusahaan. Setiap calon tenaga kerja yang akan bekerja di
Amaris Hotel harus melewati proses rekruitmen. Pada proses rekruitmen juga
mempertimbangkan apabila ada calon tenaga kerja yang mendapat rekomendasi dari
karyawan Amaris Hotel Cirebon. Rekomendasi ini digunakan oleh perusahaan untuk
mempermudah proses rekruitmen dengan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan
tambahan setelah memperhatikan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan.
4. Akibat
Amaris Hotel Cirebon
dapat memperoleh calon tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi. Apabila ada
rekomendasi maka akan menjadi bahan pertimbangan tambahan setelah melihat
kemampuan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja, karena rekomendasi ini berasal
dari karyawan Amaris Hotel Cirebon yang telah mengenal kepribadian calon tenaga
kerja tersebut.
3.8.3. Seleksi dan Penempatan Karyawan
Seleksi merupakan tahap
yang penting untuk mendapatkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Hasil seleksi kemudian akan diguankan sebagai bahan pertimbangan
dalam penempatan karyawan. Oleh karena itu, perusahaan harus dengan cermat dan
hati-hati dalam menentukan pilihan pada tahap seleksi dan penempatan karyawan
ini, karena akan berpengaruh pada aktivitas organisasi kedepannya. Proses
seleksi yang ada di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif.
Perusahaan telah melakukan proses seleksi dengan baik sesuai dengan prosedur.
Proses seleksi ini dilakukan oleh manajer sumber daya manusia dan devisi yang
terkait. Seleksi terdiri dari tes tulis dan wawancara. Apabila calon karyawan
lolos dalam proses seleksi, maka akan melalui masa percobaan selama 3 bulan dan
ditempatkan pada posisi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sedangkan untuk
penempatan sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon masih terdapat
ketidaksesuaian antara standar nama bagian dan tugas-tugasnya acapkali karyawan
Amaris Hotel Cirebon melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan nama
bagian/jabatannya. Karena keterbatasan jumlah karyawan, didalam perusahaan ini
karyawan dituntut untuk saling mambantu karyawan satu sama lain jika
dibutuhkan.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
melakukan seleksi kepada calon tenaga kerja yang telah melalui proses
rekruitmen selanjutnya akan melewati proses seleksi. Seleksi terdiri dari tes
tulis dan tes wawancara. Apabila calon tenaga kerja lolos seleksi, maka akan
melalui proses percobaan selama 3 bulan dan ditempatkan pada posisi sesuai
dengan kebutuhan perusahaan dan keahlian yang dimiliki pada penempatan karyawan, jumlah karyawan pada tiap
divisi memiliki standar yang telah ditentukan oleh manajer pusat Amaris Hotel,
namun pada prakteknya terdapat temuan bahwa karyawan tidak hanya bekerja pada
bagian yang telah ditentukan saja. Dalam hal ini berbeda dengan standar
perusahaan.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Bab VI pasal 31-36.
3. Penyebab
Jumlah proporsi
karyawan yang kurang memadai di Amaris Hotel Cirebon dengan peraturan yang
telah ditetapkan Amaris Hotel pusat dikarenakan terdapat divisi yang merasa
kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Kebutuhan karyawan tambahan ini
didapatkan dengan mengambil karyawan pada divisi lain sehingga terdapat divisi
lain yang menjadi kekurangan karyawan.
4. Akibat
Perubahan proporsi
karyawan pada Amaris Hotel Cirebon dengan mengambil karyawan dari divisi lain
menyebabkan proses kerja pada divisi yang diambil kuota karyawannya tersebut
menjadi terganggu serta kurang maksimal dalam proses kerjanya. Kompetensi karyawan
juga tidak sesuai anatara bidang kemampuan yang dimiliki dengan tugas dan
tanggung jawabnya diperusahaan.
3.8.4. Pelatihan dan pengembangan
Program pelatiahan dan
pengembangan merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan kinerja individu, kelompok atau seluruh organisasi.
Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan
ketrampilan dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengemban tugas dan
tanggung jawabnya. Program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang
ada di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Perusahaan telah
menjalankan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dengan baik
dan berlangsung secara periodik. Program pelatihan dan pengembangan sumber daya
manusia di Amaris Hotel Cirebon ada yang bersifat wajib bagi semua karyawan
seperti training Front Desk, Customer
Service, dan lain sebagainya. Ada juga pelatiahan yang hanya untuk karyawan
pada divisi tertentu seperti pada divisi Accounting
terdapat training financial
statement, profit management, dan lain-lain. Program ini dilatih oleh
trainer yang ahli dibidangnya untuk melatih karyawan di Amaris Hotel Cirebon.
Program pelatihan dan pengembangan ini dapat membantu karyawan untuk
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terhadap perusahaan.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan kemampuan
karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Pelatihan dan pengembangan karyawan
wajib diikuti oleh seluruh karyawan.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab V pasal 9-24.
3. Penyebab
Perusahaan memiliki
program pelatihan dan pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan
karyawan dalam meningkatkan kemampuannya dalam bekerja. Pelatihan dan
pengembangan karyawan diikuti oleh semua karyawan. Pelatihan yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan karyawan dan dilatih oleh trainer yang ahli
dibidangnya. Terdapat program pelatihan yang hanya diikuti oleh semua karyawan,
ada pula program pelatihan yang hanya diikuti oleh karyawan pada divisi
tertentu karena pelatihan terkait hanya divisi tertentu karena pelatihan
terkait hanya pada divisi tersebut.
4. Akibat
Kemampuan karyawan
dalam menjalankan pekerjaannya semakin meningkat, sehingga dapat memberikan kontribusi
yang lebih bagi perusahaan. Karyawan dapat bekerja lebih baik sesuai dengan
keinginan perusahaan dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai oleh
perusahaan.
3.8.5. Penilaian kinerja
Penilaian kinerja
bermanfaat untuk mengevaluasi kerja karyawan dan untuk mengembangkan kemampuan
serta memotivasi karyawan, atau dengan kata lain penilaian kinerja karyawan
dapat mengukur kinerja karyawan tersebut. Tujuan penilaian kinerja secara umum
adalah menghasilkan informasi yang akurat berkenaan dengan perilaku dan kinerja
anggota organisasi. Penilaian kinerja Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan
dengan efektif. Sudah terdapat pedoman dalam melakukan penilain kinerja.
Perusahaan melakukan penilaian kinerja terhadap karyawannya setiap 6 bulan
sekali. Penilaian kinerja dilakukan oleh manajer divisi tersebut memberikan
hasil penilaian kinerja kepada fungsi sumber daya manusia, yang selanjutnya
akan ditindaklanjuti. Apabila kinerja karyawan menurun atau kurang maksimal,
perusahaan akan mengadakan pelatihan untuk memperbaiki kinerja karyawan.
Sedangakan bila kinerja karyawan semakin meningkat sesuai harapan perusahaan,
maka karyawan akan mendapatkan bonus/kompensasi pada penilaian kinerja ini,
karyawan akan dinilai bagaimana melaksanakan pekerjaannya, sikap terhadap
pelanggan, disiplin kerja, serta menjalin kerja sama dengan rekan kerjanya.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
melakukan penilaian kinerja bagi karyawannya. Penilaian kinerja dilakukan
secara periodik yaitu setiap 6 bulan sekali.
2. Kriteria
Dokumen pengelolaan
Kinerja Amaris Hotel Cirebon
3. Penyebab
Perusahaan telah
memiliki pedoman yang menjadi tolak ukur dalam penilaian kinerja karyawan.
Manajer pada tiap-tiap divisi melakukan penilaian kinerja untuk staff-nya,
selanjutnya penilaian tersebut diberikan kepada fungsi sumber daya manusia
untuk dilakukan tindak lanjut. Penilaian ini dijadikan sebagai evaluasi atas
kinerja karyawan.
4. Akibat
Penilaian kinerja dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi atas kinerja karyawan untuk meningkatkan
kualitas kerja karyawan. Program ini juga dapat membantu pengembangan keahlian
pekerjaan agar dapat memenuhi tuntutan jabatannya saat ini dan di masa yang
akan datang.
3.8.6. Kompensasi dan balas jasa
Kompensasi dan balas
jasa diberikan kepada seorang karyawan karena telah memberikan tenaga maupun
pikiran untuk kemajuan perusahaan. Kompensasi merupakan masalah yang cukup
sensitif bagi karyawan, karena kompensasi menjadi pendorong seseorang untuk
bekerja, dan berpengaruh terhadap moral serta disiplin kerja karyawan. Oleh
karena itu, perusahaan seharusnya dapat memberikan kompensasi yang seimbang
dengan beban kerja yang dipikul karyawan. Program pemberian kompensasi dan
balas jasa di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Perusahaan
telah menjalankan prosedur kompensasi dan balas jasa sesuai ketentuan. Pada
pemberian kompensasi, perusahaan telah mengikuti peraturan pemerintah yakni
upah minimum kabupaten/kota (UMK) kabupaten Cirebon. Besarnya kompensasi juga
disesuaikan berdasarkan jabatan karyawan. Kompensasi berupa gaji pokok, bonus
dan tunjangan. Kompensasi diberikan melalui rekening bank milik karyawan, dan
dikirim dari pusat Amaris Hotel. Selama ini kompensasi selalu diberikan tepat
waktu yakni tanggal 26 disetiap bulannya. Karyawan telah merasa puas dengan
sistem kompensasi yang ada karena kompensasi selalu diberikan tepat waktu dan
tidak pernah mengalami keterlambatan.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
telah melakukan prosedur atas kompensasi dan balas jasa sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan oleh manajemen pusat. Gaji diberikan kepada karyawan
melalui rekening bank pada tanggal 26 setiap bulannya.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Bab.X pasal 88-98.
3. Penyebab
Pemberian kompensasi
dan balas jasa sesuai dengan ketentuan dari manjemen pusat Amaris Hotel. Pada
wilayah Cirebon. Gaji yang diberikan pada karyawan telah diatas UMK Kabupaten
Cirebon yang terbaru 2016. Besarnya gaji juga disesuaikan berdasrkan jabatan
karyawan. Kompensasi berupa gaji pokok, bonus dan tunjangan. Kompensasi
tersebut akan ditransfer oleh Amaris Hotel pusat melalui rekening bank milik
masing-masing karyawan.
4. Akibat
Gaji yang diberikan
kepada karyawan sudah memenuhi peraturan pemerintah daerah Cirebon. Gaji
tersebut sudah memenuhi standar kebutuhan sesuai dengan dilingkungan masyarakat
sekitar. Pemberian gaji pada karyawan selalu tepat waktu.
3.8.7. Perencanaan dan Pengembangan Karir (Jenjang karir)
Program perencanaan dan
pengembangan karir kemungkianan karyawan mengalami kenaikan pangkat/jabatan
sesuai syarat dan kemempuannya. Adanya perencanaan dan pengembangan karir,
menunjukan semakin meningkatnya kemampuan karyawan dalam memegang tugas,
wewenang, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam pekerjaannya oleh karena
itu, karyawan harus memiliki kemampuan yang baik dan memadai dalam ketrampilan
serta keahlian yang sifatnya teknis maupun manajerial sebagai seorang pengambil
keputusan. Program perencanaan dan pengembangan karir di Amaris Hotel Cirebon
sudah berjalan efektif. Adanya perencanaan dan pengembangan karir bagi
karyawan, menunjukkan perusahaan memperhatikan karyawannya yang berprestasi.
Terdapat tingkatan posisi pada struktur organisasi di Amaris Hotel Cirebon
yakni dari level kontrak, staff (permanen), senior staff dan manajer akan
menunjukkan kinerja yang baik maka akan diangkat menjadi karyawan tetap.
Selanjutnya setelah menjadi karyawan tetap maka karyawan dapat naik posisi lagi
menjadi senior staff, berdasrkan masa kerja dan prestasi kerja karyawan.
Apabila terdapat posisi yang kosong untuk salah satu jabatan tersebut maka
karyawan dengan level di bawahnya dapat dipromosikan untuk menduduki posisi
tersebut. Adanya promosi jabatan didasari oleh prestasi dan kemampuan karyawan
untuk menduduki posisi tersebut. Sebelum naik jabatan, karyawan akan
dipersiapkan dengan melewati masa percobaan selama tiga bulan terlebih dahulu.
Apabila karyawan menunjukkan kinerja yang baik, maka karyawan tersebut akan
naik jabatan. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepemimpinan bagi karyawan
yang mendapat kenaikan jabatan. Promosi jabatan ini dapat memotivasi karyawan
untuk semakin berkembang dalam karirnya.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
memiliki program perencanaan dan pengembangan karir bagi karyawannya yang
memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan pada posisi-posisi tertentu.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Bab VII pasal 39-41.
3. Penyebab
Perusahaan
memperhatikan karyawan dengan memiliki perencanaan dan pengembangan karir bagi
karyawannya yang berprestasi. Pada saat terdapat posisi atasan yang kosong,
maka karyawan yang dianggap memiliki kemampuan yang baik akan dipromosikan
untuk menduduki posisi tersebut. Sebelum itu karyawan akan melewati masa
percobaan selama 3 bulan terlebih dahulu, jika karyawan menunjukkan hasil yang
baik maka ia akan menduduki jabatan atau posisi tersebut.
4. Akibat
Karyawan menjadi
termotivasi untuk meningkatkan kualitas kerjanya, sehingga dapat memiliki
kesempatan untuk lebih meningkatkan karirnya di dalam perusahaan.
3.8.8. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan
Keselamatan dan
kesehatan kerja menunjukkan kondisi fisiologi (fisik) dan psikologi karyawan
yang diakibatkan oleh lingkungan dan fasilitas kerja yang disediakan
perusahaan. Jika perusahaan melaksanakan tindakan-tindakan keselamatan dan
kesehatan yang efektif. Maka akan mencegah atau mengurangi pekerja yang
menderita cedera atau penyakit jangka pendek maupun jangka panjang sebagai
akibat dari pekerjaan mereka di perusahaan tersebut. Amaris Hotel Cirebon
memiliki program keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawannya. amaris Hotel
Cirebon telah bekerja sama dengan asuransi kesehatan untuk memberikan jaminan
kesehatan bagi karyawannya. dana asuransi tersebut diberikan kepada karyawan
jika karyawan terluka maupun sakit. Amaris Hotel Cirebon juga bekerja sama dengan
perusahaan outsourcing claning service untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan
didalam hotel. Meskipun Amaris Hotel Cirebon hanya memiliki program keselamatan
dan kesehatan kerja (Jamsostek) saja dapat dikatakan sudah efektif. Karena
sedikitnya jumlah kecelakaan kerja di Amaris Hotel Cirebon.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
telah bekerja sama dengan asuransi kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan
bagi karyawannya.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Bab.X pasal 86-87.
3. Penyebab
Amaris Hotel Cirebon
telah bekerja sama dengan asuransi kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan
bagi karyawan. Dan asuransi tersebut diberikan kepada karyawan jika karyawan
terganggu kesehatannya.
4. Akibat
Amaris Hotel Cirebon
telah memiliki program kesehatan dan keselamatan yang memberikan ketenangan dan
kenyamanan bagi karyawannya dan karyawan memahaminya.
3.8.9. Hubungan Ketenagakerjaan
Hubungan kerja merupakan
hubungan kerja sama antara semua pihak yang berada dalam proses operasional
disuatu perusahaan. Penerapan hubungan kerja merupakan perwujudan dan pengakuan
atas hak dan kewajiban karyawan sebagai partner perusahaan yang menjamin
kelangsungan dan keberhasilan perusahaan. Hubungan ketenagakerjaan di Amaris
Hotel Cirebon belum berjalan efektif hubungan ketenagakerjaan masih mengalami
kendala dalam hal komunikasi. Karyawan menganggap bahwa fungsi sumber daya
manusia kurang terbuka dengan karyawan sehingga karyawan merasa kurang
diperhatikan. Karyawan sering terlambat dalam memperoleh informasi yang
berdampak kurang maksimalnya proses kerja karyawan. Hal ini terlebih dirasakan
oleh karyawan bagian staff. Fungsi sumber daya manusia yang ditangani oleh satu
orang saja berdampak terhadap kurang maksimalnya komunikasi fungsi sumber daya
manusia dengan karyawan yang berjumlah puluhan orang. Selain itu karyawan juga
merasa sungkan terhadap fungsi sumber daya manusia. Apabila satu personil dalam
fungsi sumber daya manusia dianggap kurang memadai, sebaiknya dapat
dipertimbangkan untuk menambahkan karyawan lagi pada divisi ini agar fungsi
sumber daya manusia dapat menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh
karyawan. Komunikasi anatara fungsi sumber daya manusia dengan karyawan
sangatlah penting, untuk memastikan strategi dan prosedur operasional
perusahaan telah dipahami dengan baik oleh karyawan sehingga mempermudah
pencapaian tujuan perusahaan.
1. Kondisi
Hubungan
ketenagakerjaan di Amaris Hotel Cirebon sudah cukup berjalan dengan baik,
meskipun masih terdapat kendala yang berkaitan dengan komunikasi antara fungsi
sumber daya manusia dan karyawan yang kurang efektif.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Bab.XI pasal 102-104.
3. Penyebab
Fungsi sumber daya
manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon hanya dipegang oleh satu personil
saja. Hal ini mengakibatkan fungsi sumber daya manusia mengalami kesulitan
dalam menjalin komunikasi dengan karyawan secara menyeluruh.
4. Akibat
Komunikasi yang masih
kurang dari fungsi sumber daya manusia terhadap karyawan mengakibatkan beberapa
karyawan merasa kurang diperhatikan. Terebih lagi karyawan merasa sungkan
dengan manajer sumber daya manusia sehingga keluhan ataupun masukan dari
keryawan tidak dapat tersampaikan dengan baik. Karyawan hanya saling
mengungkapkan keluhannya kepada rekan kerjanya. Keluhan atau masukkan dari
karyawan tersebut tidak tersampaikan kepada fungsi sumber daya manusia sehingga
tidak ada usaha perbaikkan dari perusahaan maupun fungsi sumber daya manusia
itu sendiri.
3.8.10. Kepuasan Kerja Karyawan
Kepuasan kerja karyawan
dapat dijadikan sebagai evaluasi yang menggambarkan perasaan karyawan senang
atau tidak, puas atau tidak dalam bekerja. Kemampuan perusahaan memberikan
kepuasan kepada karyawan dapat dilihat dari beberapa hal yang dijadikan sebagai
indikator kepuasan kerja karyawan seperti tingkat absensi dan perputaran
karyawan yang rendah, produktivitas karyawan tinggi, dan beberapa indikator
lainnya. Penilaian atas kepuasan kerja karyawan Amaris Hotel Cirebon tidak
berjalan efektif karena di Amaris Hotel Cirebon tidak melakukan penilaian
kepuasan kerja karyawan. Perusahaan masih belum memahami manfaat penilaian
kepuasan kerja karyawan yang dapat dijadikan evaluasi bagi perusahaan dalam
memenuhi kebutuhan karyawan. Perusahaan tidak dapat mengetahui sejauh mana
tingkat kepuasan kerja karyawan di Amaris Hotel Cirebon, padahal perhatian
perusahaan terhadap kepuasan kerja karyawan juga dapat mempengaruhi kinerja
serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Jika ditinjau berdasarkan tingkat
absensi dan perputaran karyawan yang rendah, karyawan tampaknya cukup puas
bekerja di Amaris Hotel Cirebon. Namun berdasarkan wawancara dengan beberapa
karyawan, masih terdapat keluhan karyawan yang menunjukkan ketidakpuasan. Oleh
karena itu, lebih baik perusahanaan mempertimbangkan untuk mangadakan penilaian
kepuasan karyawan agar tidak terjadi masalah yang berkaitan dengan kepuasan
kerja karyawan juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi fungsi sumber daya
manusia dalam menjalankan aktivitasnya untuk memperbaiki usahanya dalam
memenuhi kebutuhan karyawan. Apabila karyawan telah merasa nyaman dan puas
dalam bekerja, maka karyawan akan menunjukkan kinerja yang baik.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
tidak mengadakan penilaian terhadap kepuasan kerja karyawan.
2. Kriteria
Tidak dapat kriteria
pada kepuasan kerja karyawan.
3. Penyebab
Amaris Hotel Cirebon
belum memahami manfaat dilaksanakannya program penilaian kepuasan kerja
karyawan sehingga perusahaan tidak mempunyai perencanaan yang berhubungan
dengan penilaian kepuasan kerja karyawan.
4. Akibat
Perusahaan tidak
mengetahui bagaimana tingkat kepuasan karyawan. Apabila tingkat kepuasan
karyawan rendah, dapat berpengaruh terhadap kurang maksimalnya kinerja
karyawan. Perusahaan juga tidak mengetahui aspek apa yang mempengaruhi
ketidakpuasan karyawan sehingga perusahaan juga tidak melakukan perbaikan.
3.8.11. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Pemutusan hubungan kerja terjadi
bila hubungan kerja berakhir karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan
berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dengan perusahaan. Pemutusan
hubungan kerja dapat terjadi antara lain karena pekerja meninggal dunia,
mengundurkan diri, berakhirnya masa kerja, pekerja tidak mencapai prestasi
kerja yang ditetapkan Amaris Hotel Cirebon, menderita sakit berkepanjangan,
perusahaan tutup, pekerja melanggar peraturan perusahaan, dan lain-lain. Proses
pemutusan hubungan kerja di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif.
Perusahaan telah menjalankan prosedur berkaitan dengan kebijakan perusahaan
dalam pemutusan hubungan kerja. Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena
keputusan perusahaan maupun keinginan sendiri. Perusahaan akan memberikan uang
pesangon dan uang pisah apabila terjadi pemutusan hubungan kerja dengan
baik-baik. Namun apabila pemutusan hubungan kerja terjadi karena karyawan
melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan, karyawan akan langsung
dikeluarkan atau diserahkan kepada pihak yang ketiga yakni kepolisian apabila
melanggar hukum. Sejauh ini pemutusan hubungan kerja yang terjadi di Amaris
Hotel Cirebon karena karyawan mengajukan pengunduran diri atau masa kerjanya
sudah habis dan tidak diperpanjang. pemutusan hubungan kerja yang terjadi
karena pelanggaran peraturan perusahaan baru terjadi pada bulan Februari 2014.
Terdapat karyawan yang melakukan tindakan pencurian (mengambil handphone miliki
tamu yang tertinggal didalam kamar), kasus tersebut tidak diberikan kepada
kepolisian agar tidak memperpanjang masalah. Karyawan tersebut langsung
dikeluarkan oleh perusahaan secara tidak baik dengan catatan keluar karena
melakukan pelanggaran. Apabila terdapat karyawan yang melakukan pelanggaran
hukum sebaiknya perusahaan tidak hanya mengeluarkan karyawan tersebut tetapi
juga melaporkan kepada pihak yang berwajib. Hal ini dapat memberikan efek jera
sehingga karyawan lain tidak berani melakukan hal yang melanggar peraturan
perusahaan ataupun hukum.
1. Kondisi
Amaris Hotel Cirebon
memiliki peraturan dan prosedur berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja.
pemutusan hubungan kerja terjadi bagi karyawan kontrak bila sudah habis masa
kontrak kerjanya, dan untuk karyawan tetap bila telah mencapai masa pensiun.
pemutusan hubungan kerja juga dapat terjadi jika terdapat masalah dalam kinerja
karyawan, tindakan yang melanggar peraturan perusahaan, maupun karyawan
tersebut mengundurkan diri.
2. Kriteria
Undang-undang No.13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Bab.XII pasal 150-172.
3. Penyebab
Amaris Hotel Cirebon
telah menjalankan kebijakan mengenai pemutusan hubungan kerja sesuai dengan
ketentuan perusahaan maupun dari pemerintah. Apabila kinerja karyawan tidak
sesuai dengan harapan perusahaan, maka karyawan akan diberikan surat peringatan
terlebih dahulu dan diberi waktu untuk memperbaiki kinerjanya. Jika karyawan
menunjukkan hasil yang baik maka tidak akan terjadi pemutusan hubungan kerja,
namun jika karyawan tidak dapat menunjukkan hasil yangbaik maka akan dilakukan
pemutusan hubungan kerja. Apabila terjadi pelanggaran peraturan perusahaan yang
bersifat melanggar hukum, maka perusahaan akan menindaklanjuti kasus tersebut
ke pihak yang berwajib atau langsung melakukan pemutusan hubungan kerja.
4. Akibat
Proses pemutusan
hubungan kerja berjalan dengan prosedur diperusahaan. Karyawan juga telah
memahami hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan
kerja.
3.9. Keterbatasan Penelitian
Penelitian yang
dilakukan pada Amaris Hotel Cirebon memiliki beberapa kendala yang menjadi
keterbatasan dalam melakukan penelitian.
Keterbatasan yang dihadapi antara lain :
1. Keterbatasan
waktu, terbatasnya waktu penelitian yang dilakuakan pada tanggal 28-30 April
2016, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat dijadikan bahan acuan
penelitian untuk jangka panjang.
2. Keterbatasan
akses data, data yang terkait dengan audit sumber daya manusia bersifat rahasia
bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat memberikan data-data
yang menunjang penelitian ini secara lengkap seperti rekap gaji karyawan, hasil
penilaian kinerja karyawan, dan lain-lain yang bersifat rahasia.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil
penelitian dan pembahasan sebelumnya, terdapat beberapa kesimpulan, antara lain
:
1. Analisis
jabatan pada bagian personalia di Amaris Hotel Cirebon telah sesuai dengan
ketentuan dan standar tugas-tugas serta wewenangnya.
2. Perencanaan
sumber daya manusia, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan
dengan efektif. Dibuktikan dengan adanya standar/pedoman/prosedur/kriteria yang
mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia.
3. Rekruitmen,
yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Proses
rekrutmen telah sesuai dengan ketentuan perusahaan. Adanya rekomendasi pada
proses rekrutmen hanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan tambahan setelah
memperhatikan kemampuan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.
4. Seleksi
dan penempatan karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah
berjalan efektif. Perusahaan menjalankan proses seleksi sesuai dengan prosedur.
Seleksi berupa tes untuk mengukur kepribadian dan kemampuan calon tenaga kerja
yang hendak bekerja di Amaris Hotel Cirebon. Namun, dalam penempatan karyawan
belum berjalan efektif. Penempatan karyawan tidak sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan perusahaan.
5. Pelatihan
dan pengembangan karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah
berjalan efektif. Pelatihan diikuti oleh semua karyawan dengan menghadirkan
trainer yang telah ahli dibidangnya. Program ini bermanfaat untuk membantu
karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.
6. Perencanaan
dan pengembangan karir, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah
berjalan efektif. Perusahaan memperhatikan perencanaan dan pengembangan karir
bagi karyawan. Oleh karena itu, karyawan dapatmengembangkan potensi yang
dimiliki untuk semakin memajukan perusahaan.
7. Penilaian
kinerja karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan
efektif. Penilaian kinerja dilakukan secara periodik yaitu setiap 6 bulan
sekali. Penilaian kinerja ini digunakan untuk melihat bagaimana perkembangan
kinerja karyawan.
8. Kompensasi
dan balas jasa, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan
efektif. Gaji yang diberikan sudah diatasupah minimum yang ditentukan oleh
pemerintah. Gaji juga ditranfer melalui rekening bank pribadi karyawan dengan
tepat waktu.
9. Kesehatan
dan keselamatan kerja karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah
berjalan dengan efektif. Perusahaan memberikan jaminan atau asuransi kesehatan
bagi karyawan yang terganggu kesehatannya.
10.
Hubungan
ketenagakerjaan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon belum berjalan
efektif. Komunikasi antara karyawan dengan fungsi sumber daya manusia berjalan
kuranag lancar karena hanya ditangani oleh satu personil sehingga fungsi sumber
daya manusia kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan karyawan secara
menyeluruh.
11.
Kepuasan kerja
karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon tidak berjalan efektif.
Perusahaan tidak melaksanakan penilaian atas tingkat kepuasan kerja karyawan.
12.
Pemutusan hubungan
kerja (PHK), yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan secara
efektif. Perusahaan memiliki peraturan berkaitan dengan pemutusan hubungan
kerja dan proses pemutusan hubungan kerja sudah dijalankan sesuai prosedur.
4.2. Saran
Berdasrkan hasil
penelitian yang telah dilakuakn, maka penulis memberikan saran sebagai berikut
:
1. Pada
penyusunan ketentuan jumlah karyawan tiap divisi sebaiknya disesuaikan dengan
kebutuhan sumber daya manusia tiap divisi secara tepat. Apabila sudah terdapat
standar yang mengatur jumlah karyawan pada tiap divisi, sebaiknya perusahaan
mengikuti standar yang telah ditetapkan. Standar tersebut seharusnya telah
disesuaikan dengan kemampuan tiap-tiap bagian. Apabila terdapat kendala, perlu
ditinjau ulang divisi yang masih mengalami kendala dan perbaikan kinerja untuk
setiap karyawan sehingga setiap divisi dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
2. Fungsi
sumber daya manusia pada Amaris Hotel Cirebon sebaiknya selalu memperhatikan
karyawannya melalui komunikasi yang baik. Apabila satu personil pada fungsi sumber
daya manusia dianggap kurang memadai, maka sebaiknya diberikan tambahan staff
sesuai dengan ketentuan dari perusahaan sehingga fungsi sumber daya manusia
dapat menjalin komunikasi dengan seluruh karyawan diperusahaan.
3. Amaris
Hotel Cirebon sebaiknya dapat memahami pentingnya penilaian kepuasan karyawan
dan dapat mengadakan program penilaian kepuasan kerja karyawan diperusahaan.
Adanya penilaian kepuasan kerja karyawan dapat membantu perusahaan melihat
tingkat kepuasan kerja karyawan. Perusahaan dapat mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi ketidakpuasan karyawan sehingga dapat dilakukan usaha perbaikan.
4. Amaris Hotel Cirebon juga sebaiknya memahami
pentingnya audit sumber daya manusia yang bisa dijadikan sebagai evaluasi
aktivitas-aktivitas terkait dengan pengelolaan karyawan. Fungsi sumber daya
manusia dapat memperbaiki kelemahan yang ada agar dapat mencapai efektivitas
pada aktivitas-aktivitas pada fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel
Cirebon.
DAFTAR PUSTAKA
Halim, Abdul. 2003. Auditing 1. Yogyakarta : AMP YKPN
Miranda,Q.,dan Mone stepanus,A.
2014. Audit SDM. Tangerang :
Universitas
Terbuka
Siswanto, Sastrohadiwirjo,B. 2005. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia.Jakarta
:
Bumi Aksara
LAMPIRAN
Daftar Pertanyaan
sebagai pedoman wawancara
1. Data
pribadi
Nama, tempat dan
tanggal lahir, agama, status, nama jabatan, kode jabatan, pendidikan akhir,
tingkat organisasi, lama bekerja, dan beserta garis pelaporan.
2. Analisis
jabatan
Ikhtisar pekerjaan,
tujuan umum jabatan, tugas-tugas dan kewajiban, wewenang dan tanggung jawab,
hubungan kerja (atasan, bawahan, pengawasan), jenjang karir, kondisi lingkungan
kerja, alat yang digunakan dan syarat-syarat untuk menempati suatu jabatan.
3. Perencanaan
sumber daya manusia
a. Apakah
perusahaan memiliki perencanaan sumber daya manusia berkaitan dengan proses
analisis dan identifikasi tentang kebutuhan dan ketersediaan sumber daya
manusia ?
b. Bagaimana
proses perencanaan sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon ?
c. Apakah
dalam perencanaan sumber daya manusia memiliki kualifikasi sumber daya manusia
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada di Amaris Hotel Cirebon
?
d. Apa
saja kualifikasi untuk mendapakan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan
perusahaan ?
4. Rekruitmen
a. Apa
yang menjadi dasar/standar dalam proses rekruitmen ?
b. Apa
saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon tenaga kerja dalam proses
rekruitmen ?
c. Siapa
saja yang menangani proses rekruitmen ?
d. Bagaimana
metode yang digunakan dalam proses rekruitmen ?
e. Bagaimana
proses rekruitmen yang dilakukan oleh Amaris Hotel Cirebon ?
5. Seleksi
dan penempatan karyawan
a. Apa
yang menjadi pedoman dalam proses seleksi dan penempatan karyawan
b. Bagaimana
proses seleksi yang dilakukan oleh Amaris Hotel Cirebon ?
c. Apa
saja bentuk tes yang diberikan ?
d. Apakah
setiap pelamar dapat mengikuti proses seleksi tanpa adanya diskriminasi ?
e. Siapa
yang jadi pewancara saat interview ?
f. Apa
yang menjadi pewancara dalam mewancarai pelamar ?
g. Apakah
seleksi menjadi dasar bagi perusahaan untuk penempatan karyawan
h. Apakah
penempatan karyawan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan ?
i. Apakah
penempatan karyawan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan
?
6. Pelatihan
dan pengembangan sumber daya manusia
a. Apa
yang menjadi pedoman dalam pelatihan dan pengembangan karyawan ?
b. Apa
yang menjadi tujuan dari program pelatihan dan pengembangan karyawan ?
c. Apakah
diadakan pelatihan dan pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan
karyawan ?
d. Apa
manfaat pelatihan dan pengembangan untuk karyawan ?
7. Perencanaan
dan pengembangan karir
a. Apakah
perusahaan memiliki program perencanaan dan pengembangan karir untuk karyawan ?
b. Apa
yang menjadi pedoman dalam perencanaan dan pengembangan karir ?
c. Apa
setiap karyawan dapat mengikuti program tersebut ataukah hanya karyawan
tertentu ?
d. Bagaimana
kebijakan perusahaan dalam menyususn rencana dan program pengembangan karir
karyawan ?
e. Apakah
program ini dievaluasi secara periodik ?
8. Penilaian
kinerja sumber daya manusia
a. Apa
standar atau dasar yang digunakan sebagai penilaian kinerja ?
b. Bagaimana
penilaian kinerja yang ada diperusahaan ?
c. Apa
tujuan dari penilaian kinerja tersebut ?
d. Siapa
yang melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan ?
e. Apakah
hasil dari penilaian kinerja dikomunikasikan dan di evaluasi kepada karyawan ?
9. Kompensasi
dan balas jasa
a. Apakah
yang menjadi dasar/standar dalam pemberian kompensasi ?
b. Apakah
kompensasi sudah sesuai dengan resiko pekerjaan dan kebutuhan karyawan ?
c. Apakah
kompensasi sudah sesuai dengan peraturan pemerintah ?
d. Apakah
kompensasi dan balas jasa diberikan secara rutin tepat waktu kepada karyawan ?
e. Bagaimana
proses pemberian kompensasi dan balas jasa kepada karyawan ?
10.
Hubungan
Ketenagakerjaan
a.
Adakah program yang
dibuat untuk menjaga hubungan ketenagakerjaan ?
b.
Bagaimana hubungan
karyawan dengan fungsi sumber daya manusia ?
c.
Bagaimana hubungan
karyawan dengan atasannya ?
d.
Bagaimana hubungan
karyawan dengan sesama rekan kerja ?
e.
Apakah pernah terjadi
masalah berkaitan dengan hubungan ketenagakerjaan ?
11.
Kesehatan dan
keselamatan kerja
a.
Apa yang menjadi
pedoman dalam program kesehatan dan keselamatan kerja karyawan ?
b.
Bagaimana kebijakan
perusahaan dalam program keselamatan dan kesehatan kerja ?
c.
Apakah perusahaan
memberikan program jaminan kesehatan bagi karyawan ?
d.
Adakah petugas khusus
untuk melakukan pertolongan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja ?
e.
Apakah perusahaan
menyediakan perlengkapan untuk keselamatan kerja ?
12.
Kepuasan kerja karyawan
a.
Apakah sudah dilakukan
penilaian kepuasan kerja karyawan ?
b.
Bagaimana tingkat
absensi karyawan ?
c.
Bagaimana tingkat
kreativitas karyawan untuk berprestasi bagi perusahaan
d.
Bagaimana tingkat
keluhan karyawan ?
13.
Pemutusan hubungan
kerja (PHK)
a.
Apa Apa yang menjadi
dasar/standar dalam Pemutusan hubungan kerja ?
b.
Bagaimana peraturan
perusahaan terhadap Pemutusan hubungan kerja ?
c.
Apakah karyawan
mengetahui peraturan Pemutusan hubungan kerja ?
d.
Apa saja yang menjadi
penyebab terjadinya Pemutusan hubungan kerja ?