Selasa, 12 Juli 2016

AUDIT SDM ANALISIS JABATAN STUDI KASUS AMARIS HOTEL CIREBON



MAKALAH
AUDIT ANALISIS JABATAN PADA BAGIAN PERSONALIA
DI AMARIS HOTEL CABANG CIREBON
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Audit Sumber Daya Manusia
Dosen : Agi Syarif Hidayat, SE.,MM.




Disusun oleh:
Aep Ahmad,S             113020058
Heris suprianto            113020081
Kusni mufarokah        113020050
Mayasari                      113020059
Moh.Chaeris,AR         113020073
Sofa Fadarus               113020051


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2016











KATA PENGANTAR


Dengan berkat rahmat Tuhan yang Maha Kuasa, penyusunan makalah yang bertema “Audit Analisis Jabatan Pada Bagian Personalia di Amaris Hotel Cabang Cirebon” dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Namun kami juga menyadari kelancaran makalah ini berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orangtua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi. Maka dari itu kami sebagai penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.    Bapak Agi Syarif Hidayat, SE.,MM selaku Dosen mata kuliah Audit Sumber Daya Manusia yang sudah memberi tugas serta petunjuk kepada kami, sehingga kami termotivasi untuk menyelesaikan tugas ini.
2.    Ibu Dewi Hantika, selaku Personalia di Amaris Hotel yang senantiasa meluangkan waktu untuk kami serta memberi informasi guna terselesainya makalah ini.
3.    Orangtua kami yang sudah memberi izin dan doa, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
4.    Pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses pembuatan makalah, yang menunjang dalam kelancaran observasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca serta apa yang menjadi tujuan kami dapat tersampaikan dengan baik.


Cirebon,   Mei 2016

Penulis



DAFTAR ISI





























































DAFTAR GAMBAR




















DAFTAR LAMPIRAN













BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Setiap perusahaan (organisasi) tentunya mempunyai berbagai tujuan yang hendak dicapai. Tujuan tersebut diraih dengan mendayagunakan sumber-sumber daya yang ada. Kendati berbagai sumber daya yang ada penting bagi organisasi, satu-satunya faktor yang menunjukkan keunggulan kompetitif potensional adalah sumber daya manusia dan bagaimana sumber daya itu dikelola.
Salah satu tugas manajemen adalah untuk mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki secara optimal. Pendayagunaan ini sering berarti mengupayakan agar sumber daya manusia itu mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi. Manusia akan mau dan mampu bekerja dengan baik bilamana ia ditempatkan pada posisi dengan jabatan dan sesuai menurut minat dan kemampuannya serta bilamana ia bisa memenuhi kebutuhannya dengan malakukan pekerjaan itu.
Tanpa pengetahuan yang memadai tentang apa yang dilakukan oleh para karyawan atas pekerjaannya, organisasi tidak akan membentuk prosedur sumber daya manusia yang efektif untuk memilih, mempromosikan, melatih, menilai, dan memberikan kompensasi kepada karyawan (Henry Simamora, 2006;77). Hal ini mengakibatkan pengkajian dan pemahaman pekerjaan melalui proses yang disebut analisis pekerjaan merupakan bagian vital dari setiap program manajemen sumber daya manusia.
Analisis jabatan memang sangat penting dalam organisasi untuk mendapatkan orang pada suatu jabatan/pekerjaan tertentu. Namun kenyataannya ada organisasi tidak merasa perlu untuk membuat uraian jabatan dan spesifikasi jabatan karena beranggapan bahwa semua karyawan pasti tahu apa yang akan di kerjakan. Hal ini membuat kegundahan yang sangat mendalam pada karyawan karena merasa pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, selain itu karyawan terkadang merasa tidak menemukan kecocokan antara pekerjaan dengan kepribadiannya sehingga evaluasi karirnya juga menunjukkan hasil yang tidak maksimal. Kenyataan tersebut mungkin tidak asing karena hal ini dianggap wajar mengingat bahwa dimasa krisis seperti sekarang ini banyak perusahaan yang melakukan efisiensi dengan mempekerjakan satu orang untuk beberapa bidang pekerjaan sekaligus. Sehingga sulit membuat uraian jabatan karena nama jabatan sering tidak nyambung dengan pekerjaan sehari-hari. Apalagi perusahaan masih tetap survive meskipun tanpa uraian jabatan secara tertulis.

1.2.  Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah diatas maka kami merumuskan masalah dalam beberapa pertanyaan sebagai berikut :
1.        Apakah audit analisis jabatan perlu dilakukan didalam perusahaan ?
2.        Apakah audit analisis jabatan dapat mempengaruhi peningkatan efisiensi dan efektifitas kinerja pegawai ?
3.        Bagaimana gambaran analisis jabatan personalia di Amaris Hotel ?
4.        Bagaimana gambaran perusahaan Amaris Hotel cabang cirebon ?

1.3.  Tujuan Penelitian

Makalah ini bertujuan agar pembaca dapat menambah wawasan dan memahami persoalan tentang “Audit Analisis Jabatan” yang berdasarkan rumusan masalah. Adapun tujuan tersebut adalah :
1.      Dapat memahami pengertian dan pentingnya audit analisis jabatan di dalam perusahaan.
2.      Dapat memahami adanya pengaruh audit analisis jabatan terhadap peningkatan efisiensi dan efektifitas kinerja pegawai.
3.      Dapat mengetahui gambaran/contoh audit analisis jabatan Amaris Hotel cabang Cirebon.
4.      Dapat mengetahui dan memahami audit lanjutan pada Amaris Hotel cabang Cirebon.

1.4.  Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan diharapkan berguna bagi pihak-pihak yang terkait baik secara teoritis maupun secara praktis.
1.      Secara teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi tambahan dan bahan perbandingan tentang penerapan teori yang ada pada praktek yang sesungguhnya. Penelitian ini memperdalam wawasan penulis mengenai objek yang diteliti yaitu audit analisis jabatan yang dilakukan di Amaris Hotel Cirebon.
2.      Secara Praktis
a.       Bagi perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi atau masukan yang bermanfaat bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai/karyawan sehingga dapat memperbaiki kekurangannya serta meningkatkan profit perusahaan.
b.      Bagi masyarakat
Informasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat terkait analisis jabatan terhadap Amaris Hotel Cirebon yang semuanya dilakukan dengan profesional dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan bagi setiap tamu yang berkunjung/akan menginap.








BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.  Audit Analisis Jabatan

2.1.1.  Pengertian Audit

Audit adalah pengujian yang independen, objektif dan mahir atas seperangkat laporan keuangan dari suatu perusahaan beserta dengan bukti penting yang mendukung. Hal ini diarahkan dengan maksud untuk menyatakan pendapat yang berguna dan dapat dipercaya dalam bentuk laporan tertulis, seperti apakah laporan keuangan menggambarkan posisi keuangan kemajuan dari suatu perusahaan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (Stamp dan Moonitz dalam Suharli, 2000:1.4).
Audit adal  ah akumulasi dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditentukan. Audit seharusnya dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen (Arens dkk, 2008:1.4).
Audit adalah kegiatan mengumpulkan informasi faktual dan signifikan melalui interaksi (pemeriksaan, pengukuran, dan penilaian serta penarikan kesimpulan) secara sistematis, objektif, dan terdokumentasi yang berorientasi pada asas nilai manfaat (Susilo, 2002:1.4).

2.1.2.  Pengertian Analisis Jabatan

Analisis jabatan terdiri dari dua kata, analisis dan jabatan. Analisis merupakan aktivitas berfikir untuk menjabarkan pokok persoalan menjadi bagian, komponen atau unsur serta kemungkinan keterkaitan fungsinya. Sedangkan jabatan adalah sekumpulan/sekelompok tugas dan tanggung jawab yang akan, sedang dan telah dikerjakan oleh tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian analisis jabatan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas untuk mengkaji, mempelajari, mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis ruang lingkup suatu pekerjaan secara sistematis dan sistemik (Sanstrohadiwirjo, 2002:127).
Dalam analisis jabatan terdapat 2 (dua) elemen yaitu :
1.    Deskripsi Pekerjaan (Job Description)
Merupakan suatu catatan yang sistematis mengenai tugas maupun tanggung jawab pada jabatan tertentu. Ditulis berdasarkan fakta yang telah ada dan penting sekali untuk dibuat yang nantinya akan berguna untuk :
a.    Untuk menghindari terjadinya perbedaan pemahaman.
b.    Untuk menghindari terjadinya pekerjaan yang rangkap.
c.    Dan untuk mengetahui batas-batas tanggung jawab maupun batas wewenang pada setiap jabatan yang diduduki oleh pekerja
Adapun beberapa hal yag harus dicantumkan didalam job description :
Menidentifikasi jabatan, misalnya seperi : nama dari jabatan, bagian jabatan dan kode jabatan yang ada didalam perusahaan tempat bekerja.
a.    Penjelasan mengenai jabatan yang diduduki.
b.    Mengenai tugas  yang dikerjakan pada jabatan  tersebut.
c.    Mengenai hubungan dengan jabatan lain
d.   Pengawasan yang perlu dilakukan.
e.    Peralatan yang digunakan atau diperlukan pada jabatan tersebut.
f.     Keadaan lingkungan pada tempat bekerja.

2.    Spesifikasi Pekerjaan (Job specification)
Merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pekerja yang akan menduduki suatu jabatan, supaya dia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan maksimal. Adapun beberapa hal yang harus dimasukan kedalam job specification, diantaranya :
a.    Persyaratan mengenai minimal  pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja yang dimiliki.
b.    Persyaratan mengenai wawasan dan kemampuan apa saja yang dimiliki.
c.    Persyaratan mengenai jenis kelamin dan umur.
d.   Persyaratan mengenai kesehatan seperti keadaan fisik dan mental.

2.1.3.  Tujuan dari analisi jabatan

Adapun beberapa tujuan analisis jabatan yaitu untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam menghadap perkembangan ekonomi, untuk menciptakan kenyamanaan saat bekerja dan supaya tekendali dalam pekerjaan pada suatu purasahaan atau organisasi, yang didalamnya termasuk untuk menentukan :
1.    Apa saja yang dilakukan oleh pekerja pada jabatan yang didudukinya.
2.    Apa saja wewenang dan tanggung jawab pekerja pada jabatan yang didudukinya.
3.    Mengapa pekerjaan tersebut perlu dilakukan dan bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut.
4.    Peralatan apa saja yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
5.    Berapa besar gaji dan seberapa lama jam kerjanya.           
6.    Pendidikan, pelatihan dan pengalaman apa saja yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan tersebut .
7.    Kemampuan, sikap  apa saja yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaan tersebut.

2.1.4.  Manfaat dan fungsi analisis jabatan

Beberapa kegiatan organisasi akan berjalan lebih baik hasilnya bila berlandaskan atau berpedoman pada analisis jabatan analisis jabatan bermanfaat sebagai :
1.     Landasan untuk melaksanakan mutasi
2.    Landasan untuk melaksanakan promosi
3.    Landasan untuk melaksanakan training/ pelatihan
4.    Landasan untuk melaksanakan kompensasi
5.    Landasan untuk melaksanakan syarat lingkungan kerja
6.    Landasan untuk pemenuhan kebutuhan peralatan.
Sedangkan fungsi dari analisis jabatan adalah untuk :
1.    Menentukan basis regional bagi struktur kompensasi
2.    Mengevaluasi tantangan lingkungan yang mempengaruhi pekerjaan individu
3.    Menghapuskan persyaratan kerja yang dapat menyebabkan adanya deskriminasi dalam pengadaan SDM
4.    Merencanakan kebutuhan SDM di waktu yang akan datang
5.    Memadukan lamaran dan lowongan kerja yang ada
6.    Memforkas dan menentukan kebutuhan-kebutuhan latihan bagi para karyawan
7.    Mengembangkan rencana-rencana pengembangan pegawai yang potensial
8.    Menetapkan standar prestasi kerja yang realistik
9.    Menempatkan karyawan sesuai dengan ketrampilannya
10.    Membantu revisi struktur organisasi
11.    Memperkenalkan karyawan baru dengan pekerjaan mereka
12.    Memperbaiki alur kerja
13.    Memberikan data sebagai fungsi saluran komunikasi
14.    Menetapkan garis promosi dalam semua departemen dan organisasi.

2.2.  Analisis Jabatan Personalia Amaris Hotel

2.2.1.      Deskripsi Pekerjaan

A.  Identitas perusahaan
a.    Nama Perusahaan          : Amaris Hotel Cirebon
b.    Alamat perusahaan        : Jl.Siliwangi No.70 Cirebon
c.    No. Telepon                   : (0231) 8290066
B.  Identitas Karyawan
a.    Nama Personal               : Dewi Hantika
b.    Tempat.Tgl.Lahir           : Brebes, 1 januari 1991
c.    Alamat Domisili            : Jl.Siliwangi No.78 Cirebon
d.   Nama Jabatan                : Manajer Personalia
e.    Kode Jabatan                 : -
f.     Tingkat Organisasi         : Manajer Lini
C.  Ikhtisar Pekerjaan
Melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat.
D.  Garis Pelaporan
Personalia membuat laporan pertanggung jawaban atas pekerjaanya dan menyerahkan laporan tersebut kepada Direktur pusat. Karena, Direktur pusat merupakan garis pelaporan untuk personalia sebagai bukti nyata tentang pekerjaan yang telah dilakukan untuk selanjutnya diserahkan kepada bagian garis pelaporan yang lebih tinggi
E.   Tanggung jawab supervisi
Mementoring Suatu jalannya pekerjaan  agar berjalan lancar dan terkendali, melakukan instruksi kerja, dan mampu menjalin kerjasama dengan atasan ataupun bawahan.
F.   Kegiatan Utama
Mengadakan rekruitmen pekerja, menyeleksi calon pekerja/karyawan, melakukan pelatihan dan pengembangan menetapkan dan menerapkan kebijakan-kebijakan bagi pekerja melalui Perencanaan, pengembangan, pembagian konpensasi,  penginterpresentasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, individu, dan guest.
G.  Hubungan Kerja Pokok
Dalam Jabatan personalia akan berhubungan kerja secara langsung dengan SDM baik secara eksternal maupun internal, selain itu manajer personalia juga berhubungan kerja dengan direktur dan karyawan/pekerja.
H.  Tujuan Umum Jabatan
Tujuan jabatan ini yaitu membantu perusahaan dalam melakukan Perencanaan sumber daya manusia, rekruitmen calon karyawan, seleksi dan penempatan kerja karyawan, melakukan pelatihan dan pengembangan untuk para karyawan baik yang akan bekerja, maupun telah bekerja, hingga penginterpresentasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, individu, dan masyarakat.
I.       Tugas-tugas/Kewajiban
1.         Merencanakan perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan masing-
       masing departemen dalam waktu yang ditentukan.
2.         Mengatur kegiatan yang berhubungan dengan karyawan dan
       menciptakan suasana kerja yang nyaman dan disiplin.
3.         Menampung dan mencari keluh karyawan dan mencari solusinya.
4.         Mengatur dan merencanakan training untuk peningkatan                                               ketrampilan karyawan.
5.         Bertanggung jawab terhadap disiplin kerja karyawan.
J.       Wewenang dan Tanggung jawab
Personalia memiliki wewenang untuk mengukur kinerja karyawan, memberikan sanksi kepada karyawan yang melanggar aturan perusahaan, memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada direktur.
K.    Hubungan Kerja
1.    Atasan Langsung                : Direksi Pusat
2.    Bawahan Langsung            : Divisi umum, Pegawai, dan Humas
3.    Pengawasan dari                 : Direktur dan Direksi pusat
4.    Jabatan lain yang relevan    : Direktur Umum
L.     Alat yang digunakan
Komputer, Printer, silabus, formulir-formulir, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan ketenagakerjaan dan Alat tulis kantor beserta mesin fotocopy dan Scannernya.
M.   Kondisi Lingkungan Kerja
Ruang full AC, Bersih, dan nyaman untuk bekerja.
N.    Hasil akhir
Berupa Jasa, yaitu Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, memotivasi karyawan sehingga dapat bekerja sesuai harapan perusahaan.

2.2.2.      Spesifikasi Pekerjaan

A.      Persyaratan Pekerjaan
1.    Pendidikan Minimum : SMA/SMK/MA sederajat
2.    Persyaratan fisik                     
     Tinggi Badan Minimal            :
     Perempuan                              : 155cm
     Laki-laki                                  : 160cm                                  
Penglihatan/pendengaran normal, tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya (Aids, Narkoba).
3.    Persyaratan Umum                 
Jenis Kelamin              : Perempuan/Laki-laki            
Status                          : Menikah/Belum menikah
Usia Minimum : 18 Tahun
Usia Maksimum          : 30 Tahun
4.    Persyaratan kepribadian
a.    Dapat berkomunikasi dengan baik
b.    Berpenampilan menarik
c.    Memiliki semangat bekerja yang tinggi
d.   Mampu bekerja dalam tim dan tekanan
5.    Persyaratan Khusus
a.    Dapat mengoperasikan komputer minimal microsoft Excel dan
     microsoft word beserta aplikasi internet.
b.    Menguasai Bahasa Inggris
c.    Menguasai ketenagakerjaan, rekruitmen, training dalam Perhotelan
d.   Memiliki sertifikat seminar/pelatiahn perhotelan

 

 




BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Gambaran umum Perusahaan

3.2. Sejarah Perusahaan


Gambar III. 1. Logo Amaris Hotel
Sumber : google images

Amaris hotel didirikan pada 27 september 2007 disertai dengan izin tetap usaha pariwisata bidang akomodasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta (No. Surat izin : 3807/-1.858.21). Amaris Hotel merupakan anak perusahaan dari PT.Grahawita Santika, yang tidak lain adalah pemilik dari Santika Group. Amaris Hotel merupakan salah satu badan usaha yang bergerak didalam bidang pariwisata dan perhotelan yang mengemban konsep “a smart hotel” tidak lain karena mereka menonjolkan profesionalitas, branded dan bersih. terletak dilokasi yang strategis kekhasan itu yang menjadi strategi utama dalam menghadapi kompetisi yang ketat. Keunikan dari Amaris bisa dilihat dari warna hotelnya yang terdiri dari warna hijau, merah, biru, dan kuning di semua cabang. Selain itu Amaris Hotel mempunyai konsep modern minimalis, dirancang untuk para traveler (profesional muda) atau pengunjung yang transit di suatu daerah ditambah kenyamanan dan fasilitas yang lengkap dan mampu mendukung kegiatan bisnis. Amaris Hotel hadir dengan tarif terjangkau tanpa melupakan kenyamanan tamu. Smart hotel ini memiliki lokasi yang strategis, pelayanan cerdas dan karyawan pintar yang mampu melayani tamu dengan baik.

3.3.   Visi dan Misi Perusahaan

3.3.1.  Visi Perusahaan

Menjadi jaringan hotel pilihan utama yang terbesar di Indonesia, dengan cara membangun dan mengelola hotel milik sendiri, mengelola hotel milik pihak lain den mengembangkan jaringan franchise.

3.3.2.  Misi Perusahaan

Menciptakan nilai lebih bagi para stakeholder dengan cara menyajikan produk bermutu, disertai dengan pelayanan profesional, yang ramah dalam mewujudkan “sentuhan Indonesia” sebagai citra santika.

3.4.  Struktur Organisasi


HOTEL MANAGER
PERSONEL & ADM SPV
ENGGINEERING STAFF

ACCOUNTING STAFF
SALES STAFF
SECURITY STAFF
OPERATION STAFF
KITCHEN
HOUSE KEEPING
FRONT DESK

Gambar III. 2. Struktur Organisasi Amaris
Sumber : Hasil Observasi kelompok 1 di Amaris Hotel Cirebon

3.5.  Deskripsi Pekerjaan

1.    Hotel Manager
Bertindak sebagai pimpinan perusahaan, untuk mengkoordinasikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas didalam perusahaan, serta seluruh kegiatan perusahaan agar dapat mencapai visi dan misi perusahaan, secara efektif dan efisien.
2.    Personel & Administration supervisor
Membantu Hotel manager dalam mengelola sumber daya manusia dan memastikan pelaksanaan semua ketentuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.    Accounting Staff
Melakukan administrasi keuangan perusahaan untuk menjamin kelancaran, keakuratan dan ketertiban administrasi keuangan perusahaan.
4.    Enggineering Staff
Membantu Hotel manager dalam bidang tugas Mechanical & Electrical dan civil Hotel.serta memastikan semua fasilitas diarea gedung (Hotel) berfungsi sesuai dengan kemampuan dan nilai estetikanya dan bertanggung jawab atas pengelolaan sistem Mechanical & Electrical dan civil juga Carpenting secara efektif.
5.    Sales staff
Membantu Hotel Manager dalam melakukan pemasaran penjualan produk hotel.
6.    Security Staff
Bertanggung jawab dalam mengontrol semua aktivitas untuk menjaga keamanan hotel.
7.    Operation Staff
Bertanggung jawab dalam merencanakan, mengelola, mengarahkan serta mengontrol kegiatan operasional Front Office, Housekeepin, dan Food & Beverage serta memastikan semua kebutuhan tamu dapat terpenuhi dengan baik.
8.    Front Desk
Bertanggung jawab atas pelayanan, dalam hal penerimaan tamu (chek- in/check-out), pengaturan penempatan kamar dan menerima pembayaran baik secara tunai maupun dengan credit card sesuai dengan jumlah tagihan dengan benar.
9.    Housekeeping
Bertanggung jawab untuk membersihkan guest room, untuk memberikan kenyamanan kepada tamu dan merespon permintaan khusus tamu.
10.    Kitchen
Bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan di kafe pada saat Breakfast menyediakan (memasak) makanan atas pesanan tamu dengan mengikuti standar prosedur yang diterapkan.

3.6. Audit Pendahuluan

Pada audit pendahuluan, kami (auditor) melakukan survey tahap awal ke Amaris Hotel untuk mengetahui informasi mengenai latar belakang perusahaan serta mengidentifikasi masalah yang ada. Kami melakukan observasi di perusahaan tersebut, serta melakukan wawancara terhadap  manajer fungsi sumber daya manusia. Selanjutnya auditor menetapkan tujuan audit sementara, yakni untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan menilai efektivitas atas pengelolaan fungsi sumber daya manusia. Terdapat 4 elemen pokok dalam unsur temuan audit, antara lain :
1.    Kondisi (Condition) adalah tindakan atau kejadian yang sebenarnya terjadi dalam perusahaan. Dalam hal ini auditor melakukan pengamatan secara langsung untuk melihat tindakan kejadian yang sebenarnya terjadi di dalam perusahaan, serta mengumpulkan bukti yang relevan, kompeten, cukup dan material.
2.    Kriteria (Creteria) yang digunakan dalam proses audit adalah dokumen-dokumen yang mencakup aktivitas-aktivitas sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon. Dalam hal ini auditor memperoleh struktur organisasi, deskripsi kerja karyawan diperusahaan. Serta peraturan-peraturan yang terkait dengan fungsi sumber daya manusia.
3.    Penyebab (Cause) merupakan tindakan yang dilakukan oleh pimpinan ataupun karyawan Amaris Hotel Cirebon yang menangani sumber daya manusia. Dalam hal ini auditor melakukan wawancara dengan manajer sumber daya manusia untuk mengetahui aktivitas-aktivitas sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon.
4.    Akibat (Effect) merupakan dampak yang timbul akibat dilaksanakannya penyebab yang juga hasil perbandingan antara kriteria dan penyebab. Dalam hal ini auditor membandingkan antara kriteri/standar/peraturan yang digunakan perusahaan dengan tindakan rill yang dilakukan berkaitan dengan aktivitas pada fungsi sumber daya manusia.
Pada proses audit pendahuluan dapat diketahui bahwa masih ada aktivitas fungsi sumber daya manusia yang belum efektif dan masih memerlukan perbaikan. Aktivitas yang belum efektif dan masih memerlukan perbaikan diantaranya adalah komunikasi fungsi sumber daya manusia dengan karyawan yang  tidak sesuai dengan keahlian serta kemampuan, belum diadakan penilaian kepuasan kerja karyawan, serta belum pernah dilaksanakan audit manajemen pada fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon.

3.7. Review dan Pengujian Pengendalian

Pada review dan pengujian pengendalian ini auditor menelaah kembali bukti-bukti yang diperoleh untuk menjadi satu temuan audit dan tujuan audit. Selan itu auditor juga melakukan pengujian pengendalian untuk mengetahui bagaimana pengendalian internal atas setiap aktivitas yang ada. Pengujian dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada manajer sumber daya manusia dan beberapa karyawan berkaitan dengan pengujian pengendalian atas fungsi sumber daya manusia dengan mensosialisasi tujuan dan visi misi perusahaan, sehingga karyawan dapat memahami dan berusaha untuk mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan juga memperhatikan kualitas dan kualitas sumber daya manusia yang ada, meskipun dalam hal kuantitas masih terdapat kelemahan yakni adanya devisi yang membutuhkan tambahan karyawan dari standar yang telah ditetapkan perusahaan. Sejauh ini perusahaan juga telah menjalankan praktik yang sehat yakni melaksanakan aktivitas-aktivitas operasional perusahaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

3.8. Audit Lanjutan

Audit lanjutan merupakan tahap selanjutnya dari proses audit. Pada tahap ini, auditor mengumpulkan bukti-bukti yang diperoleh selama melakukan audit. Data-data yang diperoleh kemudian digolongkan ke dalam unsur temuan audit kondisi, kriteria, penyebab dan akibat. Informasi yang diperoleh dari data-data tersebut selanjutnya dianalisis untuk memahami permasalahan yang terjadi. Hingga akhirnya diperoleh suatu kesimpulan audit, dan kemudian auditor menyusun suatu rekomendasi atas kelemahan-kelemahan yang ditemukan. Berikut ini hasil audit lanjutan atas aktivitas-aktivitas pada fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon.

3.8.1. Perencanaan sumber daya manusia

Perencanaan sumber daya manusia merupakan proses analisis dan identifikasi kebutuhan sumber daya manusia pada perusahaan/organisasi secara tepat untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Dengan perencanaan yang baik maka perusahaan dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia secara kualitas maupun kuantitasnya untuk menyelesaikan berbagai tugas di dalam aktivitas perusahaan. Perencanaan sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Adanya standar/peraturan/prosedur/kriteria yang mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon. Perencanaan sumber daya manusia cenderung bersifat proaktif terhadap kebutuhan sumber daya manusia. Berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, perusahaan memiliki kualifikasi untuk menilai calon tenaga kerja yang hendak bekerja di Amaris Hotel Cirebon. Secara kuantitas, perencanaan atas kebutuhan sumber daya manusia sudah terpenuhi secara tepat. Perusahaan telah menetapkan proporsi jumlah karyawan untuk tiap devisi. Dalam hal ini perusahaan dapat merencanakan dengan baik usaha untuk kebutuhan sumber daya manusia secar tepat, baik dalam hal waktu, jumlah maupun kualitas sumber daya manusia tersebut.
1.    Kondisi
Proses perencanaan sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon telah sesuai dengan prosedur dan kualifikasi yang telah ditetapkan. Perencanaan sumber daya manusia dilakukan oleh manajer sumber daya manusia dan bekerja sama dengan manajer devisi terkait. Analisis kebutuhan sumber daya manusia tidak sebatas kebutuhan saat ini atau kebutuhan jangka pendek.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab IV pasal 7-8
3.    Penyebab
Perusahaan telah menjalankan proses perencanaan sumber daya manusia sesuai dengan prosedur atau kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Perusahaan memiliki standar/kriteria internal khusus yang mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia. Perencanaan sumber daya manusia bersifat proaktif terhadap kebutuhan sumber daya manusia diperusahaan. Perusahaan melakukan rekruitmen sat adanya karyawan yang mengundurkan diri, atau habis kontrak (sekitar 6 bulan sekali).
4.    Akibat
Karena adanya kriteria khusus yang mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia dapat berpengaruh positif terhadap perusahaan yaitu secara kuantitas maupun kualitas dapat terpenuhi secara tepat dan pada saat yang diperlukan.

3.8.2. Rekruitmen sumber daya manusia

Rekruitmen merupakan serangkaian aktivitas untuk mencari calon tenaga kerja yang diperlukan guan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang diidentifikasi dalam perencanaan sumber daya manusia. Rekruitmen yang efektif memerlukan tersedianya informasi yang akurat dan berkesinambungan mengenai jumlah dan kualifikasi individu yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai pekerjaan dalam organisasi. Proses rekruitmen yang ada di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Perusahaan telah melakukan proses rekruitmen sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Amaris Hotel Cirebon membuka lowongan dan diumumkan melalui website, papan pengumuman yang ada diperusahaan, maupun menerima penitipan lamaran kerja melelui Front Desk disetiap harinya. Calon tenaga kerja akan mengirimkan lamaran pekerjaan dengan kualifikasi sesuai syarat yang diberikan oleh perusahaan. Calon tenaga kerja tersebut akan dinilai secara administratif, dan apabila lolos syarat administratif tersebut maka lanjut ke tahap seleksi. Rekomendasi juga masih terjadi pada proses rekruitmen di Amaris Hotel Cirebon. Sejauh ini, rekomendasi yang diterima oleh fungsi sumber daya manusia hanya bahan pertimbangan tambahan untuk mempermudah proses rekruitmen. Pada proses rekruitmen perusahaan tetap mengutamakan kemampuan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja. Rekomendasi seperti ini merupakan hal yang wajar terjadi pada proses rekruitmen apabila rekomendasi hanya sebagai bahan pertimbangan tambahan dan perusahaan tetap mengutamakn kemampuan yang dimiliki calon tenaga kerja.
1.    Kondisi
Proses rekruitmen yang dilakukan oleh fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon telah sesuai dengan prosedur dan kualifikasi yang telah ditetapkan. Rekruitmen dilakukan oleh manajer sumber daya manusia bekerja sama dengan manajer devisi yang terkait.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab III pasal 5-6
3.    Penyebab
Perusahaan telah menjalankan proses rekruitmen sesuai dengan prosedur atau kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Setiap calon tenaga kerja yang akan bekerja di Amaris Hotel harus melewati proses rekruitmen. Pada proses rekruitmen juga mempertimbangkan apabila ada calon tenaga kerja yang mendapat rekomendasi dari karyawan Amaris Hotel Cirebon. Rekomendasi ini digunakan oleh perusahaan untuk mempermudah proses rekruitmen dengan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan tambahan setelah memperhatikan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan.
4.    Akibat
Amaris Hotel Cirebon dapat memperoleh calon tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi. Apabila ada rekomendasi maka akan menjadi bahan pertimbangan tambahan setelah melihat kemampuan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja, karena rekomendasi ini berasal dari karyawan Amaris Hotel Cirebon yang telah mengenal kepribadian calon tenaga kerja tersebut.

3.8.3.  Seleksi dan Penempatan Karyawan

Seleksi merupakan tahap yang penting untuk mendapatkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hasil seleksi kemudian akan diguankan sebagai bahan pertimbangan dalam penempatan karyawan. Oleh karena itu, perusahaan harus dengan cermat dan hati-hati dalam menentukan pilihan pada tahap seleksi dan penempatan karyawan ini, karena akan berpengaruh pada aktivitas organisasi kedepannya. Proses seleksi yang ada di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Perusahaan telah melakukan proses seleksi dengan baik sesuai dengan prosedur. Proses seleksi ini dilakukan oleh manajer sumber daya manusia dan devisi yang terkait. Seleksi terdiri dari tes tulis dan wawancara. Apabila calon karyawan lolos dalam proses seleksi, maka akan melalui masa percobaan selama 3 bulan dan ditempatkan pada posisi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sedangkan untuk penempatan sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon masih terdapat ketidaksesuaian antara standar nama bagian dan tugas-tugasnya acapkali karyawan Amaris Hotel Cirebon melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan nama bagian/jabatannya. Karena keterbatasan jumlah karyawan, didalam perusahaan ini karyawan dituntut untuk saling mambantu karyawan satu sama lain jika dibutuhkan.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon melakukan seleksi kepada calon tenaga kerja yang telah melalui proses rekruitmen selanjutnya akan melewati proses seleksi. Seleksi terdiri dari tes tulis dan tes wawancara. Apabila calon tenaga kerja lolos seleksi, maka akan melalui proses percobaan selama 3 bulan dan ditempatkan pada posisi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan keahlian yang dimiliki pada  penempatan karyawan, jumlah karyawan pada tiap divisi memiliki standar yang telah ditentukan oleh manajer pusat Amaris Hotel, namun pada prakteknya terdapat temuan bahwa karyawan tidak hanya bekerja pada bagian yang telah ditentukan saja. Dalam hal ini berbeda dengan standar perusahaan.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Bab VI pasal 31-36.
3.    Penyebab
Jumlah proporsi karyawan yang kurang memadai di Amaris Hotel Cirebon dengan peraturan yang telah ditetapkan Amaris Hotel pusat dikarenakan terdapat divisi yang merasa kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Kebutuhan karyawan tambahan ini didapatkan dengan mengambil karyawan pada divisi lain sehingga terdapat divisi lain yang menjadi kekurangan karyawan.
4.    Akibat
Perubahan proporsi karyawan pada Amaris Hotel Cirebon dengan mengambil karyawan dari divisi lain menyebabkan proses kerja pada divisi yang diambil kuota karyawannya tersebut menjadi terganggu serta kurang maksimal dalam proses kerjanya. Kompetensi karyawan juga tidak sesuai anatara bidang kemampuan yang dimiliki dengan tugas dan tanggung jawabnya diperusahaan.

3.8.4.  Pelatihan dan pengembangan

Program pelatiahan dan pengembangan merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kinerja individu, kelompok atau seluruh organisasi. Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Perusahaan telah menjalankan program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dengan baik dan berlangsung secara periodik. Program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon ada yang bersifat wajib bagi semua karyawan seperti training Front Desk, Customer Service, dan lain sebagainya. Ada juga pelatiahan yang hanya untuk karyawan pada divisi tertentu seperti pada divisi Accounting terdapat training financial statement, profit management, dan lain-lain. Program ini dilatih oleh trainer yang ahli dibidangnya untuk melatih karyawan di Amaris Hotel Cirebon. Program pelatihan dan pengembangan ini dapat membantu karyawan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terhadap perusahaan.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Pelatihan dan pengembangan karyawan wajib diikuti oleh seluruh karyawan.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Bab V pasal 9-24.
3.    Penyebab
Perusahaan memiliki program pelatihan dan pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan dalam meningkatkan kemampuannya dalam bekerja. Pelatihan dan pengembangan karyawan diikuti oleh semua karyawan. Pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan karyawan dan dilatih oleh trainer yang ahli dibidangnya. Terdapat program pelatihan yang hanya diikuti oleh semua karyawan, ada pula program pelatihan yang hanya diikuti oleh karyawan pada divisi tertentu karena pelatihan terkait hanya divisi tertentu karena pelatihan terkait hanya pada divisi tersebut.
4.    Akibat
Kemampuan karyawan dalam menjalankan pekerjaannya semakin meningkat, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan dapat bekerja lebih baik sesuai dengan keinginan perusahaan dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan.

3.8.5.  Penilaian kinerja

Penilaian kinerja bermanfaat untuk mengevaluasi kerja karyawan dan untuk mengembangkan kemampuan serta memotivasi karyawan, atau dengan kata lain penilaian kinerja karyawan dapat mengukur kinerja karyawan tersebut. Tujuan penilaian kinerja secara umum adalah menghasilkan informasi yang akurat berkenaan dengan perilaku dan kinerja anggota organisasi. Penilaian kinerja Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Sudah terdapat pedoman dalam melakukan penilain kinerja. Perusahaan melakukan penilaian kinerja terhadap karyawannya setiap 6 bulan sekali. Penilaian kinerja dilakukan oleh manajer divisi tersebut memberikan hasil penilaian kinerja kepada fungsi sumber daya manusia, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti. Apabila kinerja karyawan menurun atau kurang maksimal, perusahaan akan mengadakan pelatihan untuk memperbaiki kinerja karyawan. Sedangakan bila kinerja karyawan semakin meningkat sesuai harapan perusahaan, maka karyawan akan mendapatkan bonus/kompensasi pada penilaian kinerja ini, karyawan akan dinilai bagaimana melaksanakan pekerjaannya, sikap terhadap pelanggan, disiplin kerja, serta menjalin kerja sama dengan rekan kerjanya.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon melakukan penilaian kinerja bagi karyawannya. Penilaian kinerja dilakukan secara periodik yaitu setiap 6 bulan sekali.
2.    Kriteria
Dokumen pengelolaan Kinerja Amaris Hotel Cirebon
3.    Penyebab
Perusahaan telah memiliki pedoman yang menjadi tolak ukur dalam penilaian kinerja karyawan. Manajer pada tiap-tiap divisi melakukan penilaian kinerja untuk staff-nya, selanjutnya penilaian tersebut diberikan kepada fungsi sumber daya manusia untuk dilakukan tindak lanjut. Penilaian ini dijadikan sebagai evaluasi atas kinerja karyawan.
4.    Akibat
Penilaian kinerja dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi atas kinerja karyawan untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan. Program ini juga dapat membantu pengembangan keahlian pekerjaan agar dapat memenuhi tuntutan jabatannya saat ini dan di masa yang akan datang.

3.8.6.  Kompensasi dan balas jasa

Kompensasi dan balas jasa diberikan kepada seorang karyawan karena telah memberikan tenaga maupun pikiran untuk kemajuan perusahaan. Kompensasi merupakan masalah yang cukup sensitif bagi karyawan, karena kompensasi menjadi pendorong seseorang untuk bekerja, dan berpengaruh terhadap moral serta disiplin kerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan seharusnya dapat memberikan kompensasi yang seimbang dengan beban kerja yang dipikul karyawan. Program pemberian kompensasi dan balas jasa di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Perusahaan telah menjalankan prosedur kompensasi dan balas jasa sesuai ketentuan. Pada pemberian kompensasi, perusahaan telah mengikuti peraturan pemerintah yakni upah minimum kabupaten/kota (UMK) kabupaten Cirebon. Besarnya kompensasi juga disesuaikan berdasarkan jabatan karyawan. Kompensasi berupa gaji pokok, bonus dan tunjangan. Kompensasi diberikan melalui rekening bank milik karyawan, dan dikirim dari pusat Amaris Hotel. Selama ini kompensasi selalu diberikan tepat waktu yakni tanggal 26 disetiap bulannya. Karyawan telah merasa puas dengan sistem kompensasi yang ada karena kompensasi selalu diberikan tepat waktu dan tidak pernah mengalami keterlambatan.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon telah melakukan prosedur atas kompensasi dan balas jasa sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh manajemen pusat. Gaji diberikan kepada karyawan melalui rekening bank pada tanggal 26 setiap bulannya.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Bab.X pasal 88-98.
3.    Penyebab
Pemberian kompensasi dan balas jasa sesuai dengan ketentuan dari manjemen pusat Amaris Hotel. Pada wilayah Cirebon. Gaji yang diberikan pada karyawan telah diatas UMK Kabupaten Cirebon yang terbaru 2016. Besarnya gaji juga disesuaikan berdasrkan jabatan karyawan. Kompensasi berupa gaji pokok, bonus dan tunjangan. Kompensasi tersebut akan ditransfer oleh Amaris Hotel pusat melalui rekening bank milik masing-masing karyawan.
4.    Akibat
Gaji yang diberikan kepada karyawan sudah memenuhi peraturan pemerintah daerah Cirebon. Gaji tersebut sudah memenuhi standar kebutuhan sesuai dengan dilingkungan masyarakat sekitar. Pemberian gaji pada karyawan selalu tepat waktu.

3.8.7.  Perencanaan dan Pengembangan Karir (Jenjang karir)

Program perencanaan dan pengembangan karir kemungkianan karyawan mengalami kenaikan pangkat/jabatan sesuai syarat dan kemempuannya. Adanya perencanaan dan pengembangan karir, menunjukan semakin meningkatnya kemampuan karyawan dalam memegang tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam pekerjaannya oleh karena itu, karyawan harus memiliki kemampuan yang baik dan memadai dalam ketrampilan serta keahlian yang sifatnya teknis maupun manajerial sebagai seorang pengambil keputusan. Program perencanaan dan pengembangan karir di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Adanya perencanaan dan pengembangan karir bagi karyawan, menunjukkan perusahaan memperhatikan karyawannya yang berprestasi. Terdapat tingkatan posisi pada struktur organisasi di Amaris Hotel Cirebon yakni dari level kontrak, staff (permanen), senior staff dan manajer akan menunjukkan kinerja yang baik maka akan diangkat menjadi karyawan tetap. Selanjutnya setelah menjadi karyawan tetap maka karyawan dapat naik posisi lagi menjadi senior staff, berdasrkan masa kerja dan prestasi kerja karyawan. Apabila terdapat posisi yang kosong untuk salah satu jabatan tersebut maka karyawan dengan level di bawahnya dapat dipromosikan untuk menduduki posisi tersebut. Adanya promosi jabatan didasari oleh prestasi dan kemampuan karyawan untuk menduduki posisi tersebut. Sebelum naik jabatan, karyawan akan dipersiapkan dengan melewati masa percobaan selama tiga bulan terlebih dahulu. Apabila karyawan menunjukkan kinerja yang baik, maka karyawan tersebut akan naik jabatan. Perusahaan juga memberikan pelatihan kepemimpinan bagi karyawan yang mendapat kenaikan jabatan. Promosi jabatan ini dapat memotivasi karyawan untuk semakin berkembang dalam karirnya.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon memiliki program perencanaan dan pengembangan karir bagi karyawannya yang memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan pada posisi-posisi tertentu.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Bab VII pasal 39-41.
3.    Penyebab
Perusahaan memperhatikan karyawan dengan memiliki perencanaan dan pengembangan karir bagi karyawannya yang berprestasi. Pada saat terdapat posisi atasan yang kosong, maka karyawan yang dianggap memiliki kemampuan yang baik akan dipromosikan untuk menduduki posisi tersebut. Sebelum itu karyawan akan melewati masa percobaan selama 3 bulan terlebih dahulu, jika karyawan menunjukkan hasil yang baik maka ia akan menduduki jabatan atau posisi tersebut.
4.    Akibat
Karyawan menjadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas kerjanya, sehingga dapat memiliki kesempatan untuk lebih meningkatkan karirnya di dalam perusahaan.

3.8.8.  Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan

Keselamatan dan kesehatan kerja menunjukkan kondisi fisiologi (fisik) dan psikologi karyawan yang diakibatkan oleh lingkungan dan fasilitas kerja yang disediakan perusahaan. Jika perusahaan melaksanakan tindakan-tindakan keselamatan dan kesehatan yang efektif. Maka akan mencegah atau mengurangi pekerja yang menderita cedera atau penyakit jangka pendek maupun jangka panjang sebagai akibat dari pekerjaan mereka di perusahaan tersebut. Amaris Hotel Cirebon memiliki program keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawannya. amaris Hotel Cirebon telah bekerja sama dengan asuransi kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi karyawannya. dana asuransi tersebut diberikan kepada karyawan jika karyawan terluka maupun sakit. Amaris Hotel Cirebon juga bekerja sama dengan perusahaan outsourcing claning service untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan didalam hotel. Meskipun Amaris Hotel Cirebon hanya memiliki program keselamatan dan kesehatan kerja (Jamsostek) saja dapat dikatakan sudah efektif. Karena sedikitnya jumlah kecelakaan kerja di Amaris Hotel Cirebon.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon telah bekerja sama dengan asuransi kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi karyawannya.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Bab.X pasal 86-87.
3.    Penyebab
Amaris Hotel Cirebon telah bekerja sama dengan asuransi kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan. Dan asuransi tersebut diberikan kepada karyawan jika karyawan terganggu kesehatannya.
4.    Akibat
Amaris Hotel Cirebon telah memiliki program kesehatan dan keselamatan yang memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi karyawannya dan karyawan memahaminya.

3.8.9.  Hubungan Ketenagakerjaan

Hubungan kerja merupakan hubungan kerja sama antara semua pihak yang berada dalam proses operasional disuatu perusahaan. Penerapan hubungan kerja merupakan perwujudan dan pengakuan atas hak dan kewajiban karyawan sebagai partner perusahaan yang menjamin kelangsungan dan keberhasilan perusahaan. Hubungan ketenagakerjaan di Amaris Hotel Cirebon belum berjalan efektif hubungan ketenagakerjaan masih mengalami kendala dalam hal komunikasi. Karyawan menganggap bahwa fungsi sumber daya manusia kurang terbuka dengan karyawan sehingga karyawan merasa kurang diperhatikan. Karyawan sering terlambat dalam memperoleh informasi yang berdampak kurang maksimalnya proses kerja karyawan. Hal ini terlebih dirasakan oleh karyawan bagian staff. Fungsi sumber daya manusia yang ditangani oleh satu orang saja berdampak terhadap kurang maksimalnya komunikasi fungsi sumber daya manusia dengan karyawan yang berjumlah puluhan orang. Selain itu karyawan juga merasa sungkan terhadap fungsi sumber daya manusia. Apabila satu personil dalam fungsi sumber daya manusia dianggap kurang memadai, sebaiknya dapat dipertimbangkan untuk menambahkan karyawan lagi pada divisi ini agar fungsi sumber daya manusia dapat menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan. Komunikasi anatara fungsi sumber daya manusia dengan karyawan sangatlah penting, untuk memastikan strategi dan prosedur operasional perusahaan telah dipahami dengan baik oleh karyawan sehingga mempermudah pencapaian tujuan perusahaan.
1.    Kondisi
Hubungan ketenagakerjaan di Amaris Hotel Cirebon sudah cukup berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat kendala yang berkaitan dengan komunikasi antara fungsi sumber daya manusia dan karyawan yang kurang efektif.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Bab.XI pasal 102-104.
3.    Penyebab
Fungsi sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon hanya dipegang oleh satu personil saja. Hal ini mengakibatkan fungsi sumber daya manusia mengalami kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan karyawan secara menyeluruh.
4.    Akibat
Komunikasi yang masih kurang dari fungsi sumber daya manusia terhadap karyawan mengakibatkan beberapa karyawan merasa kurang diperhatikan. Terebih lagi karyawan merasa sungkan dengan manajer sumber daya manusia sehingga keluhan ataupun masukan dari keryawan tidak dapat tersampaikan dengan baik. Karyawan hanya saling mengungkapkan keluhannya kepada rekan kerjanya. Keluhan atau masukkan dari karyawan tersebut tidak tersampaikan kepada fungsi sumber daya manusia sehingga tidak ada usaha perbaikkan dari perusahaan maupun fungsi sumber daya manusia itu sendiri.

3.8.10.  Kepuasan Kerja Karyawan

Kepuasan kerja karyawan dapat dijadikan sebagai evaluasi yang menggambarkan perasaan karyawan senang atau tidak, puas atau tidak dalam bekerja. Kemampuan perusahaan memberikan kepuasan kepada karyawan dapat dilihat dari beberapa hal yang dijadikan sebagai indikator kepuasan kerja karyawan seperti tingkat absensi dan perputaran karyawan yang rendah, produktivitas karyawan tinggi, dan beberapa indikator lainnya. Penilaian atas kepuasan kerja karyawan Amaris Hotel Cirebon tidak berjalan efektif karena di Amaris Hotel Cirebon tidak melakukan penilaian kepuasan kerja karyawan. Perusahaan masih belum memahami manfaat penilaian kepuasan kerja karyawan yang dapat dijadikan evaluasi bagi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan karyawan. Perusahaan tidak dapat mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan kerja karyawan di Amaris Hotel Cirebon, padahal perhatian perusahaan terhadap kepuasan kerja karyawan juga dapat mempengaruhi kinerja serta loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Jika ditinjau berdasarkan tingkat absensi dan perputaran karyawan yang rendah, karyawan tampaknya cukup puas bekerja di Amaris Hotel Cirebon. Namun berdasarkan wawancara dengan beberapa karyawan, masih terdapat keluhan karyawan yang menunjukkan ketidakpuasan. Oleh karena itu, lebih baik perusahanaan mempertimbangkan untuk mangadakan penilaian kepuasan karyawan agar tidak terjadi masalah yang berkaitan dengan kepuasan kerja karyawan juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi fungsi sumber daya manusia dalam menjalankan aktivitasnya untuk memperbaiki usahanya dalam memenuhi kebutuhan karyawan. Apabila karyawan telah merasa nyaman dan puas dalam bekerja, maka karyawan akan menunjukkan kinerja yang baik.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon tidak mengadakan penilaian terhadap kepuasan kerja karyawan.
2.    Kriteria
Tidak dapat kriteria pada kepuasan kerja karyawan.
3.    Penyebab
Amaris Hotel Cirebon belum memahami manfaat dilaksanakannya program penilaian kepuasan kerja karyawan sehingga perusahaan tidak mempunyai perencanaan yang berhubungan dengan penilaian kepuasan kerja karyawan.
4.    Akibat
Perusahaan tidak mengetahui bagaimana tingkat kepuasan karyawan. Apabila tingkat kepuasan karyawan rendah, dapat berpengaruh terhadap kurang maksimalnya kinerja karyawan. Perusahaan juga tidak mengetahui aspek apa yang mempengaruhi ketidakpuasan karyawan sehingga perusahaan juga tidak melakukan perbaikan.

3.8.11.  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Pemutusan hubungan kerja terjadi bila hubungan kerja berakhir karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dengan perusahaan. Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi antara lain karena pekerja meninggal dunia, mengundurkan diri, berakhirnya masa kerja, pekerja tidak mencapai prestasi kerja yang ditetapkan Amaris Hotel Cirebon, menderita sakit berkepanjangan, perusahaan tutup, pekerja melanggar peraturan perusahaan, dan lain-lain. Proses pemutusan hubungan kerja di Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Perusahaan telah menjalankan prosedur berkaitan dengan kebijakan perusahaan dalam pemutusan hubungan kerja. Pemutusan hubungan kerja dapat terjadi karena keputusan perusahaan maupun keinginan sendiri. Perusahaan akan memberikan uang pesangon dan uang pisah apabila terjadi pemutusan hubungan kerja dengan baik-baik. Namun apabila pemutusan hubungan kerja terjadi karena karyawan melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan, karyawan akan langsung dikeluarkan atau diserahkan kepada pihak yang ketiga yakni kepolisian apabila melanggar hukum. Sejauh ini pemutusan hubungan kerja yang terjadi di Amaris Hotel Cirebon karena karyawan mengajukan pengunduran diri atau masa kerjanya sudah habis dan tidak diperpanjang. pemutusan hubungan kerja yang terjadi karena pelanggaran peraturan perusahaan baru terjadi pada bulan Februari 2014. Terdapat karyawan yang melakukan tindakan pencurian (mengambil handphone miliki tamu yang tertinggal didalam kamar), kasus tersebut tidak diberikan kepada kepolisian agar tidak memperpanjang masalah. Karyawan tersebut langsung dikeluarkan oleh perusahaan secara tidak baik dengan catatan keluar karena melakukan pelanggaran. Apabila terdapat karyawan yang melakukan pelanggaran hukum sebaiknya perusahaan tidak hanya mengeluarkan karyawan tersebut tetapi juga melaporkan kepada pihak yang berwajib. Hal ini dapat memberikan efek jera sehingga karyawan lain tidak berani melakukan hal yang melanggar peraturan perusahaan ataupun hukum.
1.    Kondisi
Amaris Hotel Cirebon memiliki peraturan dan prosedur berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja. pemutusan hubungan kerja terjadi bagi karyawan kontrak bila sudah habis masa kontrak kerjanya, dan untuk karyawan tetap bila telah mencapai masa pensiun. pemutusan hubungan kerja juga dapat terjadi jika terdapat masalah dalam kinerja karyawan, tindakan yang melanggar peraturan perusahaan, maupun karyawan tersebut mengundurkan diri.
2.    Kriteria
Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Bab.XII pasal 150-172.
3.    Penyebab
Amaris Hotel Cirebon telah menjalankan kebijakan mengenai pemutusan hubungan kerja sesuai dengan ketentuan perusahaan maupun dari pemerintah. Apabila kinerja karyawan tidak sesuai dengan harapan perusahaan, maka karyawan akan diberikan surat peringatan terlebih dahulu dan diberi waktu untuk memperbaiki kinerjanya. Jika karyawan menunjukkan hasil yang baik maka tidak akan terjadi pemutusan hubungan kerja, namun jika karyawan tidak dapat menunjukkan hasil yangbaik maka akan dilakukan pemutusan hubungan kerja. Apabila terjadi pelanggaran peraturan perusahaan yang bersifat melanggar hukum, maka perusahaan akan menindaklanjuti kasus tersebut ke pihak yang berwajib atau langsung melakukan pemutusan hubungan kerja.
4.    Akibat
Proses pemutusan hubungan kerja berjalan dengan prosedur diperusahaan. Karyawan juga telah memahami hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja.

3.9. Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang dilakukan pada Amaris Hotel Cirebon memiliki beberapa kendala yang menjadi keterbatasan dalam  melakukan penelitian. Keterbatasan yang dihadapi antara lain :
1.    Keterbatasan waktu, terbatasnya waktu penelitian yang dilakuakan pada tanggal 28-30 April 2016, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat dijadikan bahan acuan penelitian untuk jangka panjang.
2.    Keterbatasan akses data, data yang terkait dengan audit sumber daya manusia bersifat rahasia bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat memberikan data-data yang menunjang penelitian ini secara lengkap seperti rekap gaji karyawan, hasil penilaian kinerja karyawan, dan lain-lain yang bersifat rahasia.









BAB IV

PENUTUP

4.1.   Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, terdapat beberapa kesimpulan, antara lain :
1.    Analisis jabatan pada bagian personalia di Amaris Hotel Cirebon telah sesuai dengan ketentuan dan standar tugas-tugas serta wewenangnya.
2.    Perencanaan sumber daya manusia, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Dibuktikan dengan adanya standar/pedoman/prosedur/kriteria yang mengatur tentang perencanaan sumber daya manusia.
3.    Rekruitmen, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Proses rekrutmen telah sesuai dengan ketentuan perusahaan. Adanya rekomendasi pada proses rekrutmen hanya dijadikan sebagai bahan pertimbangan tambahan setelah memperhatikan kemampuan yang dimiliki oleh calon tenaga kerja.
4.    Seleksi dan penempatan karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Perusahaan menjalankan proses seleksi sesuai dengan prosedur. Seleksi berupa tes untuk mengukur kepribadian dan kemampuan calon tenaga kerja yang hendak bekerja di Amaris Hotel Cirebon. Namun, dalam penempatan karyawan belum berjalan efektif. Penempatan karyawan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.
5.    Pelatihan dan pengembangan karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Pelatihan diikuti oleh semua karyawan dengan menghadirkan trainer yang telah ahli dibidangnya. Program ini bermanfaat untuk membantu karyawan dalam menjalankan pekerjaannya.
6.    Perencanaan dan pengembangan karir, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Perusahaan memperhatikan perencanaan dan pengembangan karir bagi karyawan. Oleh karena itu, karyawan dapatmengembangkan potensi yang dimiliki untuk semakin memajukan perusahaan.
7.    Penilaian kinerja karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Penilaian kinerja dilakukan secara periodik yaitu setiap 6 bulan sekali. Penilaian kinerja ini digunakan untuk melihat bagaimana perkembangan kinerja karyawan.
8.    Kompensasi dan balas jasa, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan efektif. Gaji yang diberikan sudah diatasupah minimum yang ditentukan oleh pemerintah. Gaji juga ditranfer melalui rekening bank pribadi karyawan dengan tepat waktu.
9.    Kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan dengan efektif. Perusahaan memberikan jaminan atau asuransi kesehatan bagi karyawan yang terganggu kesehatannya.
10.    Hubungan ketenagakerjaan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon belum berjalan efektif. Komunikasi antara karyawan dengan fungsi sumber daya manusia berjalan kuranag lancar karena hanya ditangani oleh satu personil sehingga fungsi sumber daya manusia kesulitan dalam menjalin komunikasi dengan karyawan secara menyeluruh.
11.    Kepuasan kerja karyawan, yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon tidak berjalan efektif. Perusahaan tidak melaksanakan penilaian atas tingkat kepuasan kerja karyawan.
12.    Pemutusan hubungan kerja (PHK), yang diterapkan oleh Amaris Hotel Cirebon sudah berjalan secara efektif. Perusahaan memiliki peraturan berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja dan proses pemutusan hubungan kerja sudah dijalankan sesuai prosedur.

4.2.  Saran

Berdasrkan hasil penelitian yang telah dilakuakn, maka penulis memberikan saran sebagai berikut :
1.    Pada penyusunan ketentuan jumlah karyawan tiap divisi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia tiap divisi secara tepat. Apabila sudah terdapat standar yang mengatur jumlah karyawan pada tiap divisi, sebaiknya perusahaan mengikuti standar yang telah ditetapkan. Standar tersebut seharusnya telah disesuaikan dengan kemampuan tiap-tiap bagian. Apabila terdapat kendala, perlu ditinjau ulang divisi yang masih mengalami kendala dan perbaikan kinerja untuk setiap karyawan sehingga setiap divisi dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
2.    Fungsi sumber daya manusia pada Amaris Hotel Cirebon sebaiknya selalu memperhatikan karyawannya melalui komunikasi yang baik. Apabila satu personil pada fungsi sumber daya manusia dianggap kurang memadai, maka sebaiknya diberikan tambahan staff sesuai dengan ketentuan dari perusahaan sehingga fungsi sumber daya manusia dapat menjalin komunikasi dengan seluruh karyawan diperusahaan.
3.    Amaris Hotel Cirebon sebaiknya dapat memahami pentingnya penilaian kepuasan karyawan dan dapat mengadakan program penilaian kepuasan kerja karyawan diperusahaan. Adanya penilaian kepuasan kerja karyawan dapat membantu perusahaan melihat tingkat kepuasan kerja karyawan. Perusahaan dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan karyawan sehingga dapat dilakukan usaha perbaikan.
4.     Amaris Hotel Cirebon juga sebaiknya memahami pentingnya audit sumber daya manusia yang bisa dijadikan sebagai evaluasi aktivitas-aktivitas terkait dengan pengelolaan karyawan. Fungsi sumber daya manusia dapat memperbaiki kelemahan yang ada agar dapat mencapai efektivitas pada aktivitas-aktivitas pada fungsi sumber daya manusia di Amaris Hotel Cirebon.






DAFTAR PUSTAKA


Halim, Abdul.  2003.  Auditing 1. Yogyakarta : AMP YKPN
Miranda,Q.,dan Mone stepanus,A. 2014. Audit SDM. Tangerang : Universitas
Terbuka
Siswanto, Sastrohadiwirjo,B. 2005. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia.Jakarta :
Bumi  Aksara





















LAMPIRAN


Lampiran 1. Daftar Pertanyaan/Pedoman Wawancara

Daftar Pertanyaan sebagai pedoman wawancara
1.    Data pribadi
Nama, tempat dan tanggal lahir, agama, status, nama jabatan, kode jabatan, pendidikan akhir, tingkat organisasi, lama bekerja, dan beserta garis pelaporan.
2.    Analisis jabatan
Ikhtisar pekerjaan, tujuan umum jabatan, tugas-tugas dan kewajiban, wewenang dan tanggung jawab, hubungan kerja (atasan, bawahan, pengawasan), jenjang karir, kondisi lingkungan kerja, alat yang digunakan dan syarat-syarat untuk menempati suatu jabatan.
3.    Perencanaan sumber daya manusia
a.    Apakah perusahaan memiliki perencanaan sumber daya manusia berkaitan dengan proses analisis dan identifikasi tentang kebutuhan dan ketersediaan sumber daya manusia ?
b.    Bagaimana proses perencanaan sumber daya manusia yang ada di Amaris Hotel Cirebon ?
c.    Apakah dalam perencanaan sumber daya manusia memiliki kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada di Amaris Hotel Cirebon ?
d.   Apa saja kualifikasi untuk mendapakan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan ?
4.    Rekruitmen
a.    Apa yang menjadi dasar/standar dalam proses rekruitmen ?
b.    Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon tenaga kerja dalam proses rekruitmen ?
c.    Siapa saja yang menangani proses rekruitmen ?
d.   Bagaimana metode yang digunakan dalam proses rekruitmen ?
e.    Bagaimana proses rekruitmen yang dilakukan oleh Amaris Hotel Cirebon ?
5.    Seleksi dan penempatan karyawan
a.    Apa yang menjadi pedoman dalam proses seleksi dan penempatan karyawan
b.    Bagaimana proses seleksi yang dilakukan oleh Amaris Hotel Cirebon ?
c.    Apa saja bentuk tes yang diberikan ?
d.   Apakah setiap pelamar dapat mengikuti proses seleksi tanpa adanya diskriminasi ?
e.    Siapa yang jadi pewancara saat interview ?
f.     Apa yang menjadi pewancara dalam mewancarai pelamar ?
g.    Apakah seleksi menjadi dasar bagi perusahaan untuk penempatan karyawan
h.    Apakah penempatan karyawan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan ?
i.      Apakah penempatan karyawan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan ?
6.    Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia
a.    Apa yang menjadi pedoman dalam pelatihan dan pengembangan karyawan ?
b.    Apa yang menjadi tujuan dari program pelatihan dan pengembangan karyawan ?
c.    Apakah diadakan pelatihan dan pengembangan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan ?
d.   Apa manfaat pelatihan dan pengembangan untuk karyawan ?
7.    Perencanaan dan pengembangan karir
a.    Apakah perusahaan memiliki program perencanaan dan pengembangan karir untuk karyawan ?
b.    Apa yang menjadi pedoman dalam perencanaan dan pengembangan karir ?
c.    Apa setiap karyawan dapat mengikuti program tersebut ataukah hanya karyawan tertentu ?
d.   Bagaimana kebijakan perusahaan dalam menyususn rencana dan program pengembangan karir karyawan ?
e.    Apakah program ini dievaluasi secara periodik ?
8.    Penilaian kinerja sumber daya manusia
a.    Apa standar atau dasar yang digunakan sebagai penilaian kinerja ?
b.    Bagaimana penilaian kinerja yang ada diperusahaan ?
c.    Apa tujuan dari penilaian kinerja tersebut ?
d.   Siapa yang melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan ?
e.    Apakah hasil dari penilaian kinerja dikomunikasikan dan di evaluasi kepada karyawan ?
9.    Kompensasi dan balas jasa
a.    Apakah yang menjadi dasar/standar dalam pemberian kompensasi ?
b.    Apakah kompensasi sudah sesuai dengan resiko pekerjaan dan kebutuhan karyawan ?
c.    Apakah kompensasi sudah sesuai dengan peraturan pemerintah ?
d.   Apakah kompensasi dan balas jasa diberikan secara rutin tepat waktu kepada karyawan ?
e.    Bagaimana proses pemberian kompensasi dan balas jasa kepada karyawan ?
10.    Hubungan Ketenagakerjaan
a.     Adakah program yang dibuat untuk menjaga hubungan ketenagakerjaan ?
b.    Bagaimana hubungan karyawan dengan fungsi sumber daya manusia ?
c.     Bagaimana hubungan karyawan dengan atasannya ?
d.    Bagaimana hubungan karyawan dengan sesama rekan kerja ?
e.    Apakah pernah terjadi masalah berkaitan dengan hubungan ketenagakerjaan ?
11.    Kesehatan dan keselamatan kerja
a.    Apa yang menjadi pedoman dalam program kesehatan dan keselamatan kerja karyawan ?
b.    Bagaimana kebijakan perusahaan dalam program keselamatan dan kesehatan kerja ?
c.    Apakah perusahaan memberikan program jaminan kesehatan bagi karyawan ?
d.   Adakah petugas khusus untuk melakukan pertolongan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja ?
e.    Apakah perusahaan menyediakan perlengkapan untuk keselamatan kerja ?
12.    Kepuasan kerja karyawan
a.    Apakah sudah dilakukan penilaian kepuasan kerja karyawan ?
b.    Bagaimana tingkat absensi karyawan ?
c.    Bagaimana tingkat kreativitas karyawan untuk berprestasi bagi perusahaan
d.   Bagaimana tingkat keluhan karyawan ?
13.    Pemutusan hubungan kerja (PHK)
a.       Apa Apa yang menjadi dasar/standar dalam Pemutusan hubungan kerja ?
b.      Bagaimana peraturan perusahaan terhadap Pemutusan hubungan kerja ?
c.       Apakah karyawan mengetahui peraturan Pemutusan hubungan kerja ?
d.      Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya Pemutusan hubungan kerja ?

Lampiran 2. Proses Interview Bersama Manajer SDM Amaris Hotel Cirebon


Lampiran 3. Dokumentasi Kegiatan Observasi

Lampiran 4. Bentuk Hotel

Lampiran 5. Contoh Meeting Room
Lampiran 6. Slide Presentasi

 

 
  

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar